Kemitraan AS dan Indonesia untuk Perangi HIV/AIDS Berlanjut

Di bawah tema internasional “Akses Universal dan Hak Asasi Manusia,” Pemerintah Amerika Serikat sekali lagi menggalang kemitraan dengan Pemerintah Indonesia dalam mendukung Hari AIDS Sedunia, yang diperingati pada 1 Desember. Tema untuk Indonesia tahun ini adalah “Dengan bekerja bersama, komunitas/masyarakat madani dan pemerintah dapat mempercepat akses pada informasi, pencegahan, perawatan dan dukungan bagi semua orang.”

Hari AIDS Sedunia memberikan kita kesempatan untuk mengenali langkah-langkah penting yang telah kita lakukan dalam memerangi HIV/AIDS selama 25 tahun terakhir, serta mempertegas komitmen kita untuk melakukan upaya bersama guna mengatasi berbagai rintangan dan tantangan yang masih ada.

Tahun ini, Gubernur DKI Jakarta bersama dengan Menteri Kesehatan, Menteri Kesejahteraan Rakyat, dan Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS Nasional akan menghadiri peluncuran sebuah program, yang menyediakan akses menyeluruh ke layanan HIV/AIDS kepada masyarakat yang paling berisiko, yaitu: pengguna napza jarum suntik, pekerja seks komersial, pelanggan pekerja seks, dan pria yang melakukan hubungan seks dengan pria. Kegiatan lainnya meliputi pengumuman Strategi Penanggulangan AIDS Nasional dan Rencana Aksi 2010-2014, telekonferensi antara Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan para gubernur mengenai komitmen politik terhadap HIV/AIDS, serta jumpa pers dengan para ahli HIV/AIDS.

Amerika Serikat mendukung Program AIDS Nasional di Indonesia melalui sebuah program dengan dana sebesar 8 juta dollar AS per tahun. Program ini memfokuskan diri pada usaha-usaha pencegahan dan bantuan teknis dan peningkatan kapasitas berkerjasama dengan LSM-LSM dan pemerintah-pemerintah daerah demi mengembangkan pelayanan untuk penduduk yang memiliki risiko terbesar terutama di delapan provinsi di mana penyebaran penyakitnya terus meningkat, yaitu: Papua, Papua Barat, Sumatra Utara, Jawa Timur, DKI Jakarta, Kepulauan Riau, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.

Berdasarkan perkiraan UNAIDS pada 2008, epidemi HIV di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang tercepat di Asia. Epidemi ini terutama menjangkiti pengguna napza jarum suntik dan pasangan seksual mereka, pekerja seks komersial beserta pelanggan mereka, dan pria yang melakukan hubungan seks dengan pria. Di Indonesia, diperkirakan ada 270.000 orang yang hidup dengan HIV/AIDS tahun ini.