Direktorat Kerjasama Teknik, Departemen Luar Negeri Republik Indonesia bekerjasama dengan Balai Besar Pengembangan Tenaga Kerja Luar Negeri (B2PTKLN) Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi menyelenggarakan kegiatan “Apprenticeship Program for Timor Leste SMEs Development” pada 30 November – 11 Desember 2009.
Kegiatan diikuti oleh 15 (limabelas) peserta dari Timor Leste yang berasal dari pemerintah dan pelaku usaha di bidang UKM khususnya otomotif dan perbengkelan. Tujuan kegiatan adalah membekali peserta dari Timor Leste berupa pengetahuan praktis terkait dengan pemberdayaan dan pengembangan kewirausahaan dan pengembangan UKM dan pengetahuan mekanik terkait dengan otomotif dan perbengkelan.
Kegiatan pemagangan ini sebagai tindak lanjut Pemerintah Republik Indonesia dalam laporan akhir Komisi Kebenaran dan Persahabatan (KKP), adalah secara berkelanjutan membantu rakyat dan Pemerintah Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) dalam membangun negaranya melalui pemberian bantuan teknik. Indonesia sebagai bagian dari negara berkembang yang saat ini memiliki kapasitas di bidang pengembangan tenaga kerja khususnya pelatihan di bidang pengembangan UKM bidang otomotif, layak untuk membagi pengalaman tersebut dengan negara-negara sahabat khususnya Timor Leste.
Program pemagangan dibuka oleh Staf Ahli Menteri Luar Negeri Bidang Hubungan Kelembagaan, Departemen Luar Negeri, Hamdani Djafar, didampingi Dubes Timor Leste untuk Indonesia, Manuel de Araujo Serrano, dan Direktur Bina Instruktur dan Tenaga Kepelatihan, Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja Luar Negeri, Depnakertans pada 30 November 2009 di Auditorium B2PTKLN, Depnakertrans Jl. Guntur Raya No.2, Bekasi. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa usaha kecil dan menengah memegang peranan penting dalam perkembangan ekonomi Indonesia. Bidang usaha ini dinilai memiliki ketahanan dalam menghadapi berbagai situasi krisis. Berdasarkan hal tersebut, Pemerintah Indonesia berharap dapat membagi kapasitas dan pengalamannya dengan Timor Leste dalam rangka membantu pemberdayan sektor UKM mereka khususnya di bidang otomotif.
Dalam program pemagangan ini, akan difokuskan di bidang kejuruan otomotif yang menyangkut pemberian keahlianteknis dan pengetahuan mengenai aspek manajemen yang terkait dengan kewirausahaan. Modul dan materi pelatihan akan terdiri dari teori 30% dan praktik 70%. Disela-sela pelatihan para peserta juga akan diajak city tour dan mengunjungi alumni B2PTKLN yang cukup berhasil di daerah sekitar Bekasi. (Sumber: Direktorat Kerjasama Teknik)









