SBY Akui Bertemu Dengan JK Bahas Tabung Gas

sby jkmaiwanews – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengakui bahwa pertemuannya dengan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) berkaitan dengan banyaknya kecelakaan tabung gas akhir-akhir ini.

Menurut SBY, pertemuannya dengan JK beberapa waktu lalu itu dilakukan terkait dengan ramainya wacana yang menyalahkan program konversi minyak tanah ke gas.

“Kemarin Pak Jusuf Kalla datang menemui saya. Barangkali ada yang menyalahkan program konversi minyak tanah ke gas,” kata Presiden SBY menjelaskan.

Hal tersebut disampaikan Presiden SBY dalam sambutannya saat membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kabinet dengan Gubernur yang berlangsung di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis 5 Agustus 2010.

Namun, SBY mengatakan bahwa tidak ada yang salah dengan kebijakan konversi. Hanya saja menurut SBY, masalah yang muncul akibat kebijakan konversi itu, tetap harus diperbaiki. “Itu harus kita perbaiki,” ujar Presiden.

SBY menjelaskan bahwa kebijakan konversi merupakan program penghematan anggaran dengan cara mengurangi subsidi. Karena itu, Presiden berharap agar pelaksanaannya dilaksanakan dengan baik.

Presiden juga mengaku telah memberikan instruksi ke Kementerian terkait dan Pertamina agar sosialisasi dari Pemerintah kepada masyarakat terus dilakukan, termasuk pengawasan pelaksanaannya.

Seperti diketahui, JK saat menjabat sebagai wakil presiden, merupakan orang yang ada dibalik kebijakan konversi yang belakangan mendapat kritikan tajam karena banyaknya insiden tabunggas meledak.

Saat membuka Rakornas PDI Perjuangan di Sentul Bogor, Rabu, 4 Agustus kemarin, Megawati Soekarnoputri mengeritik pelaksanaan kebijakan konversi minyak tanah ke gas yang dinilainya terlambat melakukan sosialisasi serta lamban mengambil tindakan atas insiden ledakan yang terjadi.