maiwanews – Amir Jama’ah Anshorut Tauhid (JAT), Ustaz Abubakar Ba’asyir, ditangkap polisi terkait terorisme.
Abubakar Ba’asyir, amir Jama’ah Anshorut Tauhid (JAT) sekaligus pendiri Pondok Pesantren Ngruki ditangkap Detasemen Khusus 88 Markas Besar Kepolisian RI, Senin 9 Agustus 2010 pagi.
Ba’asyir ditangkap di Banjar Patroman, Ciamis, Jawa Barat, dalam perjalanan pulang ke Solo. Sebelumnya, rombongan Ba’asyir, berangkat dari Ngruki, Solo menuju Ciamis pada hari Jumat sekitar pukul 07.00 WIB.
Direktur Pesantren Al Mukmin Ngruki, Wahyudin mengatakan, setiap pekan kedua, Ustad Ba’asyir memang selalu melakukan pengajian di Bandung, Ciamis, Tasik, Garut, Jawa Barat.
Selain Abubakar Baasyir, istri Ba’asyir, Umi Aisyah Ba’asyir, dan istri Direktur Pesantren Ngruki Wahyuddin juga diamankan polisi. Ba’asyir diduga ditangkap terkait terorisme di Aceh.
Saat ini, para santri di Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki, Solo, tempat Ba’asyir mengajar, berjalan seperti biasanya.
Ba’asyir dan beberapa yang ditangkap lainnya saat tiba di Bareskrim Mabes polri. Ba’asyir menyebut penangkapan ini sebagai bagian dari rekayasa Amerika.
Rencananya, Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri yang langsung akan memberikan keterangan seputar penangkapan Abubakar Ba’asyir.
“Iya, saya membenarkan (Ba’asyir ditangkap). Nanti siang akan ada jumpa pers pukul 13.00 WIB dipimpin langsung oleh Kapolri,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin, 9 Agustus 2010.
.









