Pasukan TNI-UNIFIL Kembali Bertugas Seperti Biasa

TNI-UNIFIL di Lebanonmaiwanews – Saat ini, Prajurit TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Batalyon Infanteri Mekanis TNI Kontingen Garuda (Konga) XXIII-D/UNIFIL pada misi UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon) di Lebanon Selatan kembali melaksanakan tugasnya dengan normal pasca insiden, Selasa (3/8).

Menurut Puspen TNI sebagaimana dikutip dari situs TNI, sebagai peacekeeper (penjaga perdamaian), prajurit Konga di medan tugas Lebanon telah melaksanakan  tugas pokok memelihara situasi perdamaian di wilayah Lebanon Selatan dan bersifat imparsial atau tidak berpihak.

Hal itu berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1701 (United Nations Security  Council Resolution 1701- tanggal 11 Agustus 2006) yang merupakan mandat PBB kepada UNIFIL.

Di samping itu, dalam menjalankan tugasnya pasukan TNI berpegang teguh pada prosedur, hukum dan ketentuan yang berlaku yang ditetapkan oleh PBB, seperti SOP (Standard Operating Procedure), ROE (Role of Engagement) maupun STIR (Standardize Tactical Incident Reaction).

Dijelaskan, dalam insiden baku tembak, Selasa (3/8) antara LAF dan IDF di perbatasan Lebanon Selatan – Israel, prajurit Konga yang sedang bertugas menjaga perdamaian di wilayah tersebut sudah melaksanakan prosedur yang telah ditetapkan oleh PBB.

Saat itu, setelah melalui pelaporan ke Komando Atas dan melakukan negosiasi dengan pihak yang bertikai, prajurit Konga akhirnya  melaksanakan pengunduran taktis dengan cara memanfaatkan lindung tembak yang ada, karena antara LAF dan IDF terjadi baku tembak.

Sesuai STIR No. 17 tentang menghadapi insiden seperti itu disebutkan bahwa  tindakan yang harus dilakukan adalah : Pertama, memonitor situasi tanpa membahayakan pasukan sendiri. Kedua, jika terjadi kontak tembak, maka pasukan UNIFIL melaksanakan pengunduran taktis terhadap unit-unit yang terlibat di daerah insiden.

Mencermati aturan  PBB tersebut, maka apa yang telah dilakukan oleh prajurit Konga dalam mengatasi insiden antara LAF dan IDF sudah sesuai prosedur. Jadi prajurit Konga tidak melarikan diri sebagaimana yang direlease sebuah media cetak lokal.

Yang benar adalah melaksanakan pengunduran taktis atas perintah UNIFIL Force Commander Major General Alberto Asarta Cuevas untuk bergabung dengan induk pasukan di markas Batalyon Indobatt, diantar oleh salah satu warga masyarakat setempat menggunakan kendaraan sipil.

Sebagai tindak lanjut pasca insiden  LAF dan IDF, Rabu (4/8), bertempat di lokasi kejadian dan sekitarnya, pihak Markas Besar UNIFIL beserta Sektor Timur UNIFIL dan Tim Investigasi UNIFIL melakukan pemeriksaan secara terperinci tentang segala upaya dan usaha serta prosedur yang telah ditempuh oleh prajurit Konga dalam menghadapi dan menangani insiden yang telah berlangsung pada tanggal 3 Agustus 2010.

Pihak UNIFIL seluruhnya yang berada di lapangan justru mengapresiasi kepada Batalyon Indonesia atas penanganan yg tepat dan baik, serta telah melaksanakan tugas secara profesional, proporsional, dan imparsial dalam menghadapi dan menangani insiden yang telah terjadi sesuai dengan seluruh aturan dan prosedur yang berlaku di jajaran UNIFIL.

Insiden baku tembak yang terjadi antara Lebanese Armed Forces (LAF) dengan Israeli Defence Forces (IDF) itu, menewaskan 3 orang personel tentara Lebanon, 1 orang wartawan media lokal, dan 2 orang Perwira senior tentara Israel.

Seperti diberitakan sebelumnya, insiden baku tembak anatara Pasukan Israel dan Lebanon jadi heboh karena dua orang prajurit TNI diberitakan melarikan diri dengan mengendarai taksi.

Salah satu media cetak lokal Al Mannar menurunkan berita berjudul ‘2 prajurit RI tinggalkan medan tempur dengan taksi.’ Panglima TNI membantah dengan tegas berita tersebut.