Pemerintah Indonesia Akan Kirim Teguran ke Malaysia

fadel muhammadmaiwanews – Terkait insiden penahanan tiga orang petugas patroli Dinas Kelautan dan perikanan (DKP) Kepulaluan Riau, Pemerintah Indonesia akan segera mengirimkan teguran atau nota diplomatik kepada Malaysia.

“Tiga langkah yang dilakukan pemerintah kita,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad, dalam keterangan persnya di Jakarta, Minggu, 15 gustus 2010 malam.

Langkah pertama menurut Fadel, Menteri Luar Negeri akan segera membuat teguran atau istilah diplomatiknya nota diplomatik pada Pemerintah Malaysia bahwa mereka (Marine Police Malaysia) telah melewati batas Indonesia.

Kedua, dia mengatakan pemerintah akan sesegera mungkin  mengembalikan tiga Satker Pengawas Perikanan KKP ke Indonesia, dan langkah ketiga, pemerintah Indonesia akan meminta pihak Malaysia tidak mengulangi kejadian serupa pada masa depan.

Karena menurutnya, kejadian tersebut berlangsung di wilayah teritori Indonesia dan nelayan Malaysia terbukti melakukan pencurian ikan. Fadel menegaskan bahwa Indonesia tidak bersedia lakukan tukar guling tahanan dengan Malaysia.

Namun sesuai arahan Presiden, lanjut Fadel, maka penyelesaian kasus ini dapat diselesaikan secara diplomatik dan menghindari konflik sehingga tidak terjadi ketegangan baru dari kedua negara.

Insiden pelanggaran batas oleh nelayan Malaysia dan China hingga saat ini, menurut Fadel, telah terjadi sebanyak 10 kali. Misalnya, pada tahun 2009, pelanggaran batas oleh kapal pencari ikan Malaysia sebanyak 14 kali.

Ke depannya, menurut Fadel, guna mengurangi insiden pelanggaran batas serupa, Fadel mengatakan bahwa pemerintah berencana memperkuat TNI AL dan Polair untuk mengamankan perbatasan kita.

“Kami di Kementerian tentu memiliki keterbatas personel dan  peralatan sehingga kerja sama dengan TNI AL dan Polair sangat diperlukan,” kata mantan Gubernur Gorontalo itu menegaskan.