maiwanews – Diduga telah terjadi praktik suap antara nelayan asing dan petugas yang berjaga di perbatasan wilayan negara. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan menelusuri dugaan itu.
“Kecurigannya besar seperti itu. Kita telusuri,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad usai diskusi di Warung Daun, Jl Cikini Raya, Jakpus, Sabtu, 21 Agustus 2010.
Namun menteri Kelautan dan Perikanan RI, fadel Muhammad membantah jika penangkapan tujuh nelayan Malaysia di perbatasan beberapa waktu lalu karena nelayan Malaysia itu menolak menyuap petugas.
Menurut informasi yang berkembang, petugas DKP di perbatasan sering menerima suap dari para nelayan Malaysiajika mencari ikan di perairan Indonesia. Praktik ini, konon, sudah menjadi hal biasa.
Jika sudah membayar suap, nelayan-nelayan Malaysia itu selanjutnya akan bebas menjarah ikan di wilayah perairan Indonesia.
Beberapa kalangan menilai, pengawasan nelayan asing di perbatasan sebaiknya tidak dikerjakan oleh KKP, tapi diserahkan kepada TNI AL. Di samping untuk menfokuskan anggaran negara yang terbatas, juga agar tidak lagi dilecehkan seperti sebelumnya.









