Bunga Utang Indonesia Sudah Mengkhawatirkan

uang dollar ASmaiwanews – Anggota Komisi VI DPR RI menilai, kewajiban pembayaran bunga utang Indonesia yang telah mencapai Rp 100 triliun saat ini sudah berada titik yang mengkhawatirkan.

“Saat ini, beban bunga utang sudah mengkhawatirkan. Ini akan menggerus kapasitas anggaran dan memperkecil celah fiskal,” ujar Anggota Komisi VI DPR Ecky Awal Muharram dalam Rapat Paripurna DPR RI, Jakarta, Selasa, 24 Agustus 2010.

Menurut Ecky, pembayaran bunga utang indonesia sudah menembus Rp 100 triliun, tepatnya Rp 115 triliun. jumlah itu sama dengan 9,4 persen dari total belanja negara per tahun.

Apalagi tahun depan, beban bunga utang itu diperkirakan meningkat. “Tahun depan, pembayaran bunga utang diperkirakan meningkat menjadi 116,4 triliun rupiah atau 9,7 persen dari belanja negara,” katanya.

Oleh karenanya, DPR meminta pemerintah untuk meninjau ulang utang tersebut. “Oleh karena itu, Kami meminta pemerintah untuk lebih mengendalikan outstanding utang dan biaya pengadaan utang,” katanya menjelaskan.

Utang, terutama luar negeri, lanjut Ecky, harus diturunkan secara progresif. Utang luar negeri tidak bisa terus dipertahankan, karena utang murah semakin terbatas.

Menanggapi hal itu, Menteri Keuangan Agus DW Martowardojo mengatakan pemerintah sudah mulai menerapkan kebijakan pengurangan utang. Pada 2010, defisit anggaran diperkirakan turun dari 2,1 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) menjadi 1,5 persen PDB.

Seperti diketahui, sampai akhir 2011, total utang pemerintah diperkirakan sebesar Rp 1.807,5 triliun. Meningkat dibandingkan perkiraan sampai akhir 2010, yang sebesar Rp 1.688,3 triliun.