maiwanews – Kepala Ekonom Danareksa, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, Malaysia akan tercekik jika Indonesia menarik tenaga kejanya dari Malayisa akibat negara tetangga tersebut mengambil langkah terlalu jauh.
Purbaya mengatakan, dari sisi ekonomi, khususnya tenaga kerja, Malaysia sangat tergantung Indonesia. “Karena kita bisa sediakan tenaga kerja murah, meski ke depannya juga harus diperbaiki,” kata Purbaya di Kantor Menko Perekonomian, Jumat 27 Agustus 2010.
Para pekerja itu, lanjut Purbaya, statusnya cukup banyak tersebar di perkebunan di Malaysia. “Kalau menghitung asumsi bagi kita, sepertinya pengaruhnya tidak akan signifikan,” kata Purbaya.
Ekonomi Indonesia, kata dia, juga tidak akan runtuh jika sengketa berlanjut ke soal ekonomi. Apalagi, Purbaya menekankan, Malaysia bukanlah tujuan pasar ekspor utama Indonesia.
Jika terjadi apa-apa dengan Malaysia, kata Purbaya, maka dampak terhadap ekspor pun tidak akan nyata. “Bahkan untuk wilayah Asean keseluruhan, itu masih kita abaikan sebagai tujuan ekspor,” kata Purbaya.
Jadi menurut Purbaya, Malaysia adalah negara yang akan paling rugi terkait dengan hubungan ekonomi dengan Indonesia jika hubungan kedua negara bermasalah.
Berdasarkan data yang ada, jumlah pekerja Indonesia yang ada di Malaysia mencapai 2,2 juta orang. Jumlah tersebut cukup banyak bagi Malaysia jika dibanding dengan jumlah penduduk negara itu yang hanya 1/8 dari penduduk Indonesia.









