maiwanews – Tiket kategori III final leg kedua piala AFF dinual Minggu, 26 Desember 2010. Penjualan tiket kelas tribun seharga Rp 50 ribu tersebut, tetap dilakukan pada loket sepeti pada penjualan kategori satu dan dua sebelumnya.
Mekanisme pembeliannya tetap sama, pengantri akan diberi nomor antrian yang ditukar sementara dengan KTP asli, selanjutkan akan dipanggil bergiliran ke loket untuk membeli voucher dengan menyerahkan foto copy KTP.
Jumlah tiket yang disediakan untuk kategori ini sebanyak 30 ribu buah. Berarti jika loket yang dibuka lima, maka jatah per loket diperkirakan sebanyak 6.000 buah. Karena setiap pengantri maksimal hanya boleh membeli lima tiket, berarti pada setiap loket, jumlah pengantri yang kemungkinan memperoleh tiket sekitar 1.200 orang.
Loket mulai dibuka pada pukul 10.00 WIB, namun diperkirakan pengtri mulai datang sejak pagi, bahkan subuh. Jadwal penjualan selesai pukul 17.00, tapi berdasarkan pengalaman pada penjualan kategori satu dan dua yang habis lebih cepat, maka diperkirakan penjualan tiket kategori satu juga akan selesai sebelum pukul 17.00.
Pada penjualan tiket kategori satu yang disediakan 24 ribu Kamis, 23 Desember, meskipun kemudian ada penambahan, tiket dinyatakan habis pada pukul 13.40. Pada penjualan tiket kategori dua yang disediakan 16 ribu Jumat 24 Desember, tiket dinyatakan habis lebih cepat lagi.
Pada dua kali penjualan kategori satu dan dua, semuanya terjadi kericuhan. Menurut pantauan maiwanews, salah satu penyebabnya karena pihak penjual tiket cenderung tidak terbuka dengan jumlah tiket yang dijual saat itu kepada petugas kemanan.
Buktinya, petugas keamanan yang memiliki peran penting menjaga tertibnya antrian, membagi nomor antrian jauh melebihi stok tiket yang disediakan petugas loket. Akibatnya, usai penjualan ditutup dan tiket dinyatakan habis, ribuan pengantri yang terlanjur memegang nomor antrian tidak kebagian, seperti yang terjadi pada hari pertama penjualan.
Timbul petanyaan, kenapa seperti disembunyikan. “Panitia sepertinya sengaja mengurangi jatah yang dijual di loket yang resmi Mas, buktinya setelah ditekan (massa), tiket ternyata masih ada,” kata Zul, seorang pengantri dari Bekasi.
.









