Ahok Sering Mengumpat, Tapi Bila Disinggung Lapor Polisi

ahokmaiwanews – Terlepas dari apa latar belakang dan motivasinya, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sudah dikenal publik sebagai sosok yang sangat temprametal dan sangat sering mengumbar kata-kata kasar bahkan kotor.

Jika emosi sedang memuncak, tidak perduli tempat dan kepada siapa ia berhadapan, Ahok akan mendamprat siapa saja misalnya seperti pejabat Bank DKI, perusahaan air munum, PLN, mahasiswa yang menyampaikan aspirasi, pengacara warga yang mengadu, hingga tentu saja anggota DPRD DKI.

Terakhir, dalam sebuah acara talkshow yang disiarkan langsung oleh sebuah stasiun televisi swsata, suami Veronika Tan ini membuat heboh dengan kata-kata kasar dan kotor yang terlontar dali mulutnya. Celakanya, meski berkali-kali diingatkan pembawa acara, Ahok justru dengan sengaja mengulang kata-kata toliletnya.

Cukup banyak yang mengecam kebiasaan buruk mantan Bupati Belitung Timur itu termasuk dari lembaga resmi seperti Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI), namun tidak sedikit yang membenarkannya dengan berbagai alasan.

Meski seolah sudah jadi kebiasaan berkata kasar di depan publik, yang janggal, Ahok rupanya sama sekali tidak boleh tersinggung apalagi jika dinilai itu mengarah pada penghinaan.

Buktinya, ia marah besar kepada mahasiswa yang menyampaikan aspirasi karena menyebut dirinya telah ingkar janji sebagai pejabat publik. Kemarahan Ahok juga terlihat tak terbendung ketika panitia hak angket DPRD DKI hendak memanggil isterinya, Veronika Tan terkait proyek revitalisasi Kota Tua.

Selain dari diri Ahok sendiri, para pendukungnya juga tampak tidak ingin sekalipun sang gubernur disinggung dan dihina. Anton Medan yang megaku sahabat Ahok pernah melaporkan Farhat Abbas karena komentarnya yang berbau SARA yang memaksa Farhat harus minta maaf.

Dengan alasan SARA pula, Anton Medan juga mengancam melaporkan ke polisi Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi karena menyebut Ahok jangan seperti pedagang Glodok.

Sementara Ketua LBH Pendidikan, Ayat Hidayat mengatakan pihaknya melaporkan anggota DPRD DKI Jakarta ke Polda Metro Jaya terkait kericuhan kecil saat rapat mediasi antara Pemerintah Provinsi dengan DPRD DKI Jakarta di Kantor Kementerian Dalam Negeri pada Kamis (5/3/2015).

Kasus lain, pendukung Ahok yang menamakan dirinya Front Pembela Ahok (FPA), mengancam melaporkan ke polisi Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Yambise yang dituding telah mencemarkan nama baik keluarga besar Ahok.

Yohana Yambise dituding telah menghina keluarga Ahok karena menyebut pernyataan kasar Ahok yang sudah sering terjadi, merupakan cerminan keluarga besarnya.

“Pernyataannya sungguh menyesatkan dan tidak berdasar. Kami akan mengadukan Yohana ke Polda Metro Jaya,” kata Koordinator FPA Parulian di Bundaran HI saat Car Free Day, Minggu (29/3/2015). (*)

BERITA LAINNYA

.