
maiwanews – Divisi pertahanan dan ruang angkasa Airbus menandatangani kontrak penyediaan sistem satelit optik beresolusi sangat tinggi dengan Polandia.
Airbus Defence and Space akan menyediakan sistem intelijen geospasial termasuk pengembangan, pembuatan, peluncuran, dan pengiriman di orbit dari dua satelit pengamatan Bumi optik berkinerja tinggi.
Kontrak tersebut juga mencakup segmen darat terkait, termasuk Stasiun Penerima Langsung di Polandia, layanan peluncuran, pelatihan untuk tim Polandia, pemeliharaan, dan dukungan teknis untuk sistem luar angkasa dan darat.
Selain itu, perjanjian kedua belah pihak mencakup pengiriman citra Resolusi Sangat Tinggi (Very High Resolution/VHR) dari konstelasi Airbus Pléiades Neo paling cepat tahun 2023.
Kontrak ini merupakan keberhasilan ekspor pertama untuk satelit optik Airbus S950 VHR dari pengembangan konstelasi Pleiades Neo. Ini telah beroperasi di orbit dengan dua satelit sejak tahun 2021. Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan pemerintah Prancis.
Pihak Airbus dalam keterangannya dari Warsawa, Polandia, Rabu (04/01/2023) waktu setempat menyatakan, sistem generasi terbaru ini menawarkan kinerja mutakhir dari kemampuan optik VHR disertai dengan kelincahan sangat tinggi di orbit. Polandia dikatakan akan memiliki akses ke citra Pleiades Neo langsung dari Airbus mulai tahun 2023.
Jean-Marc Nasr, Kepala Sistem Luar Angkasa di Airbus, mengatakan: “Kontrak ini akan memberi Polandia salah satu sistem pengamatan satelit Bumi tercanggih di dunia”.
Ditambahkan bahwa kontrak tersebut memperkuat Eropa dan memberi negara Polandia kemampuan luar angkasa dalam kondisi benar-benar berdaulat. “Kami berharap dapat mengembangkan lebih lanjut kerja sama kami dengan Polandia di bawah payung kemitraan strategis antara Prancis dan Polandia”, ungkap Jean-Marc Nasr. (z/Airbus)
Prabowo Bahas Pengelolaan Keuangan Negara dengan PPATK
Prabowo Terima Sambutan Kehormatan dari Sultan Brunei di Istana Nurul Iman
Prabowo: Kita Tidak Bisa Melindungi Hanya dengan Itikad Baik
Jubir Kemenlu Rusia Tanggapi Serangan Pesawat Nirawak Ukraina
Andriy Yermak Bertemu Andrius Kubilius Bahas Situasi Perang Ukraina dengan Rusia









