Akibat Budi Gunawan, Jokowi Kini Berada di Antara KIH dan KMP

Jokowi kenakan kopiah peninggalan Gus Durmaiwanews – Joko Widodo (Jokowi) melenggang menjadi presiden mengalahkan Prabowo Subianto, salah satunya berkat dukungan sejumlah partai politik yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Hebat (KIH).

Setelah muncul polemik soal dilantik atau tidaknya Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri, lalu berlanjut dengan konflik Polri dan KPK, hubungan Jokowi dengan KIH memasuki fase terburuk paska pilpres 2014 lalu.

Saat presiden gamang di antara mengikuti tuntutan publik dengan membatalkan pelantikan BG atau tunduk pada tekanan petinggi KIH untuk melantik BG, Jokowi membangun komunikasi dengan sejumlah tokoh termasuk Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto.

Beredar kabar, Jokowi mulai gerah dengan tekanan demi tekanan partai dan sedang mempertimbangkan untuk keluar dari KIH. Kabar lain, sebaliknya jika Jokowi batalkan pelantikan BG sebagai Kapolri, KIH akan menarik dukungan terhadap Jokowi.

Pertemuan Jokowi dengan Prabowo semakin menguatkan spekulasi bahwa Jokowi sedang menimbang-ninmbang untuk berpindah dukungan ke koalisi yang terdiri dari Golkar, Gerindra, PAN, PKS, PPP, dan PBB.

Menanggapi hal itu, Wakil Ketua DPR Fadli Zon tidak menampik spekulasi itu. Menurutnya, KMP akan mendukung semua langkah yang dilakukan oleh Jokowi termasuk jika keluar dari KIH dan memutuskan bergabung dengan KMP.

“Pokoknya kalau untuk kepentingan bangsa dan negara, apapun yang perlu kita lakukan akan kita lakuan,” kata Fadli Zon usai melakukan pertemuan dengan para petinggi KMP di Bakrie Tower, Kuningan, Jakarta, Kamis (29/1/2015) malam WIB.

Fadli menekankan agar Jokowi tidak perlu bimbang mengambil keputusan. Karena menurut Fadli, sebagai presiden, mantan Gubernur DKI Jakarta itu mempunyai hak sepenuhnya untuk melantik atau tidak melantik BG.

Akankan Jokowi keluar dari KIH dan berpindah ke KMP, atau malah semakin menguatkan posisi Jokowi di KIH? Menarik untuk ditunggu.