Alumni SMAN 5 Makassar Angkatan 88 Peduli Banjir, Buat Dapur Umum

20241229-sma-5-88-peduli-banjir-a-pub28des2024
Alumni SMA Negeri 5 Makassar Angkatan 88 gelar kegiatan sosial peduli banjir di Kota Makassar. Foto dipublikasikan Sabtu, 28 Desember 2024. (Foto: Alumnni SMAN 5 Makassar Angkatan 88)

maiwanews – Hujan dengan intensitas tinggi mengakibatkan bencana banjir melanda sejumlah wilayah di Kota Makassar pada beberapa waktu yang lalu, mengakibatkan puluhan rumah warga terendam.

Dampak banjir parah dirasakan oleh warga blok 8, Perumnas Antang Makassar, tepatnya di mulai pada Minggu (22/12/2024). Ketinggian luapan banjir mencapai 2 meter hampir setinggi atap rumah, mengakibatkan infrastruktur dan puluhan rumah warga mengalami kerusakan.

Aksi peduli kemanusiaan terhadap korban banjir bermunculan dari berbagai kalangan, termasuk dari para ALUMNI ’88 SMA Negeri 5 (SMANLI) Makassar.

Puluhan Alumni SMANLI ’88 Makassar yang dikoordinir oleh Jasruddin melaksanakan aksi peduli kemanusiaan dengan mendirikan dapur umum di sekitar lokasi yang terdampak banjir, Senin 23/12/2024, sampai Sabtu, 28/12/2024.

“Aksi ini diharapkan dapat membantu meringankan beban para korban yang telah dievakuasi oleh para stakeholder (pihak terkait),” ujar koordinator penggalangan donasi SMANLI ‘88, Kurniah di sela-sela aktivitasnya.

Menurut Jasruddin melalui kegiatan ini kita diajarkan bagaimana untuk peduli dan bersatu mencari solusi, demi mengangkat derajat setiap insan menjadi sebaik baiknya manusia dan berguna bagi manusia lainnya.

“Kami yakin dengan mendirikan dapur umum, dapat memberikan motivasi bagi para korban di lokasi pengungsian untuk bangkit dan bersatu menjalin kekuatan bersama ketimbang bertahan hidup secara individu untuk sekedar hanya menanti bantuan nasi kotak.” terang Jasruddin.

Diketahui banjir di Perumnas blok 8 Antang ini menyisakan duka tersendiri. “Masalah logistic untuk makan minum, kesehatan dan kebersihan pasca banjir menjadi kebutuhan utama kami untuk bertahan di lokasi pengungsian.” ungkap salah satu warga koban banjir, Tasrifuddin.

“Dari donasi yang terkumpul, beberapa keperluan pasca banjir akan dibelikan peralatan kebersihan dan kami salurkan kepada warga setelah banjir mereda. Fokus utama kita saat ini adalah bagaimana kebutuhan makan dan minum warga dapat terpenuhi.” Terang Jasruddin

“Mungkin kami hanya sebuah paguyuban, namun kebersamaan Alumni SMANLI ’88 cukup memberi bukti bahwa masih ada tindakan yang baik untuk disegerakan dengan tanggap dalam menyikapi duka banjir tahunan di tengah harapan mereka agar banjir tidak menggenangi rumah mereka kembali.” Ungkap Jasruddin

“Aktifitas peduli Alumni SMANLI ’88 terlaksana karena kepekaan sosial yang terasah dari setiap program kerja SMANLI ’88 yang sudah sering dilaksanakan. Berharap bahwa kegiatan sosial ini dapat ditiru oleh ikatan alumni lainnya dibalik sederet berita miring tentang keberadaan kelompok relawan yang dibentuk hanya untuk mengeksploitasi bantuan yg berhasil mereka kumpulkan.” Pungkas Jasruddin. (lpw/Alumni SMAN 5 Makassar)