
maiwanews – Pemerintah Arab Saudi memutuskan untuk membuka kembali kota Mekkah untuk ibadah umrah. Sebelumnya kegiatan ibadah umrah ditutup selama tujuh bulan dengan alasan menghindari penyebaran COVID-19 (Corona Virus Disease 2019).
Kebijakan pada Minggu 4 Oktober berlaku hanya bagi warga setempat dengan jumlah terbatas hanya 30 persen atau 6 ribu jamaah perhari. Untuk jamaah dari luar negeri, ibadah umrah baru akan dibuka pada 1 November nanti.
Puluhan jemaah menerapkan protokol kesehatan, mengenakan masker dan menjaga jarak, serta tidak boleh menyentuh Kabah. Mereka bersiap memasuki Masjidil Haram dalam kelompok-kelompok kecil pada tengah malam.
Tahun lalu sebelum pandemi korona merebak, sebanyak 19 juta jamaah umrah datang ke Arab Saudi. Lebih dari 1.300 hotel dan ratusan toko ramai dikunjungi para peziarah ke kota suci Mekkah dan Madinah. Namun pandemi memaksa banyak diantaranya tutup.
Putra Mahkota Mohammed bin Salman menajdikan umrah dan haji sebagai salah satu aspek penting dalam meningkatkan perekonomian sebagai alternatif dari minyak. Pengunjung umrah ingin ditingkatkan menjadi 15 juta pada tahun 2020 dan menjadi 30 juta pada tahun 2030. Namun rencana itu bellum bisa terlaksana akibat korona.
Dalam keadaan normal, ziarah ke kota suci di Arab Saudi menghasilkan pendapatan $ 12 miliar (Rp177,6 tiriliun) dari industri penginapan, transportasi, hadiah, makanan, dan biaya jamaah. Namun para ahli ekonomi memprediksi penghasilan dari sektor perhotelan turun sekitar 40 persen. (VOA/ah)









