AS Tawarkan Pesawat Tempur F-16 ke Turki, Kompensasi F-35?

20140716-pesawat-jet-tempur-f-16-lepas-landas
Pesawat tempur F-16 lepas landas saat latihan Beverly Midnight 14-2 di Pangkalan Udara Kunsan, Korea Selatan. Rabu 16 Juli 2014

maiwanews – Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar menyatakan pekerjaan teknis teknis telah dimulai pada pembelian F-16 Viper buatan Amerika Serikat. RT melaporkan Sabtu 23 Oktober bahwa pernyataan itu disampaikan setelah pertemuan para menteri pertahanan negara-negara anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (North Atlantic Treaty Organization/NATO) di Brussels.

Menhan (Menteri Pertahanan) Hulusi Akar menyebutkan pembelian pesawat tempur dan program modernisasi F-16 di armada Turki sekaligus merupakan upaya penguatan pertahanan NATO.

Rencana terkait pembelian dan modernisasi F-16 telah disampaikan sebelumnya oleh Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam lawatannya ke Afrika beberapa waktu lalu.

Dalam konferensi pers sebelum meninggalkan Luanda hari Minggu pekan lalu, Presiden Erdogan mengatakan Turki berencana membeli 40 unit F-16 dari AS. Ia menjelaskan rencana itu sebenarnya terkait dengan masalah F-35. “Kami telah membayar 1,4 miliar dolar untuk F-35. AS telah membuat penawaran seperti itu kepada kami sebagai imbalan atas pembayaran itu”, kata Presiden Erdogan.

Turki dikatakan harus melakukan apapun untuk memenuhi kebutuhan pertahanan negaranya. Turki juga melakukan upaya modernisasi. Pembelian dan modernisasi dilakukan untuk memperluas armada tempur Turki.

Kesepakatan terkait F-35 antara Turki dengan AS menemui hambatan di masa pemerintahan Donald Trump. Amerika Serikat memutuskan untuk membatalkan kesepakatan setelah Turki membeli sistem pertahanan udara jarak jauh S-400 dari Rusia. Dalam kesepakatan tersebut Turki telah menginvestasikan dana sebesar 1,4 miliar dolar.

Washington belum mengkonfirmasi adanya kesepakatan jual beli jet tempur F-16 beserta program modernisasi pesawat tua dengan Turki. Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price mengatakan Dephan AS (Departemen Pertahanan Amerika Serikat) terus terlibat dalam mekanisme penyelesaian perselisihan dengan Turki mengenai F-35, tapi belum bisa memberi pernyataan resmi mengenai hasilnya. (z/RT/Kantor Kepresidenan Turki)