
maiwanews – Yahoo Selasa 2 November mengumumkan penghentian layanan di China daratan. Penghentian layanan efektif berlaku sejak Senin 1 November. Dikatakan, kebijakan menghentikan layanan di China menyusul semakin ketatnya aturan di negara itu.
Pihak Yahoo mengaku lingkungan operasi saat ini baik dari sisi bisnis maupun hukum semakin sulit. Pemerintah China Senin 1 November memberlakukan undang-undang perlindungan informasi pribadi.
Dengan berlakunya undang-undang itu, pengumpulan data oleh perusahaan jadi terbatas. Undang-undang itu juga memberlakukan standar pengarsipan informasi. Perusahaan internet di China juga harus menghadapi pembatasan konten lainnya.
Sebelumnya, China telah memblokir beberapa layanan perusahaan swasta Apollo Global Management tersebut. Kondisi itu menjadi contoh atas tantangan perusahaan internet asal Amerika Serikat (AS) di luar negeri, terutama di China (Tiongkok).
Yahoo telah beroperasi di China sejak 1999, lalu membangun mitra dengan Alibaba Group Holding pada tahun 2005. Sejak bergabung dengan Alibaba, layanan Yahoo dikurangi secara bertahap.
Tahun 2004, Yahoo China memberikan data kepada penguasa, hal ini berujung pada pemenjaraan terhadap setidaknya dua orang kaena dituduh sebagai pembangkang. Keputusan unit Yahoo di China itu menuai kecaman dari anggota kongres di Amerika Serikat dan aktivis di China.
Sebelumnya penutupan layanan oleh Yahoo, pemerintah China telah memblokir raksasa internet lainnya yaitu Facebook dan Google serta beberapa media sosial dan mesin pencari. Pengguna di China harus menggunakan VPN untuk mengakses layanan-layanan itu. (z/BBG Direct)
Danlantamal VI kenalkan alutsista AL ke santri Madinah
Pemkot Makassar, Berkomitmen Bangun Dermaga & Hadirkan 2 Kapal Penyeberangan di Pulau
NasDem Dukung Munafri-Aliyah Tertibkan Fasum-Fasos di GMTD
Kasal TNI AL tinjau Program Ketahanan Pangan di Takallar
AS-Rusia Bahas Upaya Perdamaian di Ukraina









