maiwanews – Kasus korupsi proyek simulator SIM kini memasuki babak baru. Dalam persidangan dengan terdakwa Irjen DS, saksi AKBP Teddy Rusmawan mengaku memberi uang kepada ajudan dan sopir dua politisi Golkar.
Teddy menjelaskan, uang yang disimpan dalam 4 kardus diserahkan kepada sopir dan ajudan setelah sebelumnya berkomunikasi dan bertemu dengan Azis Syamsuddin dan Babang Soesatyo.
“Yang menerima (uang titipan dari DS) di Plaza Senayan itu diterima oleh sopir dan ajudan,” kata Teddy di PN Tipikor Jl Rasuna Said, Jaksel, Selasa (28/5/2013).
Bahkan Teddy mengaku juga pernah bertemu dengan 5 anggota DPR sebelum penyerahan uang. Mereka adalah M. Nazaruddin, Bambang Soesatyo, Aziz Syamsuddin, Desmon J Mahesa dan Herman Herry.
Atas pengakuan Teddy tersebut, DS membantah pernah memerintahkan Teddy menyerahkan uang Rp 4 miliar kepada anggota DPR. Ktika dikronfortir hakim atas bantahan DS, Teddy menyatakan tetap pada kesaksiannya.
Jika pengakuan Teddy itu terbukti di pengadilan, maka badai korupsi simulator SIM yang telah meluluh lantakkan bberapa petinggi Korlantas, nampaknya juga akan mengarah ke Golkar.









