
BOJONEGORO – Bocah penderita lumpuh layu Siti Asnah, 12, warga RT 7 RW 1 Desa Sumber Tlaseh Kec Dander, peroleh bantuan kursi roda dari Ketua Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Bojonegoro, Dr Arif. Bantuan itu diserahkan usai berkunjung di Sekretariat Persatuan Wartawan Bojonegoro (PWB), Selasa (13/4).
Turut mendampingi penyerahan kursi roda itu, diantaranya pengurus BSMI Dr Mei Rahayu, Sp Rm (spesialis rehabilitasi medik) dan sejumlah anggota PWB, Sukiyono, Kontributor Indosiar, Ramon Pareno, reporter ANTV, Evi Fadhilah, Majalah Prestasi dan Rio dari Radio Bass FM serta Reino Pareno, Ketua PWB.
Orang tua bocah lumpuh, Ali Tauhid dan Sukiatun nampak sukacita atas bantuan kursi roda itu. Sebelumnya, ia tidak menduga jika anaknya mendapat bantuan.
“Selama ini anak saya hanya bisa terlentang dan merangkak saja di rumah, mudah-mudahan kursi roda ini membantunya untuk bisa jalan-jalan, ” ujar Ali Tauhid.
Dikatakan Ali Tauhid, selama ini anaknya hanya duduk termangu melihat anak-anak tetangganya yang bermain, berangkat sekolah maupun ngaji di Musholla. Keluarga yang tergolong miskin itu mengucapkan berterima kasih atas perhatian BSMI dan kerabat di PWB.
“Terima kasih tak terhingga, Siti diberi kursi roda. Ini impian kami bertahun tahun yang ingin sekali membelikan kursi roda, tapi kami tidak punya uang. Alhamdullillah, krusi roda itu datang dengan sendirinya. Hanya Allah yang akan membalas baik budi pemberian kursi roda ini, “ ungkap Ali Tauhid.
Kursi roda yang diterimanya, sontak membuat senyum kecil Siti Asnah. Kemudian ayahnya menggendong dan kemudian mendudukkan anaknya di kursi roda bantuan tersebut. Namun tubuh anaknya tidak bisa didudukkan, terpaksa bagian dada dan perut dikat dengan kain selendang untuk menjaga anaknya agar tidak terjatuh.
Direncanakan, BSMI akan merawat Siti Asnah. “Paling tidak Siti harus bisa duduk, kami minta kepada orangtuanya untuk meminta surat rujukan dari puskesmas desa, kami terharu dengan derita Siti yang mengalami lumpuh seperti ini, “ kata Dr Mei dari BSMI.
Ali Tauhid menuturkan, awal derita anaknya bermula dari terjatuhnya buah hatinya saat berusia 2 tahun di lantai rumah. Dari jatuh itu menyebabkan suhu badan anaknya panas yang cukup tinggi, kemudian dibawa ke rumah sakit. Dokter disana memberikan cairan alkohol di sekujur tubuh anaknya. Selan beberapa jam, sekujur badan anaknya membiru.
Dari saran dokter, anaknya harus diopname. Saran itu dituruti dan opname selama 3 minggu. Sepulang dari opname, timbul bisul di pantat anaknya, bisul itu membesar dan dibawa kerumah sakit dan dilakukan operasi. Setelah operasi, bisul membusuk selama setahun dan mmebuat anaknya tidak bisa berjalan hingga sekarang. “Ya kami sedih sekali, tapi bersyukur atas kepedulian teman wartawan dan BSMI, “ tandas Ali Tauhid.









