maiwanews – Calon presiden (capres) dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Wiranto berjanji akan menasionalisasi seluruh perusahaan asing yang menguasai sektor minyak dan gas (migas) jika kelak dipercaya rakyat jadi presiden.
“Jika dipercaya rakyat (jadi presiden), saya siap menasionalisasi perusahaan asing,â€� ucap Wiranto saat tampil sebagai nara sumber dalam deklarasi Majelis Cendikiawan Republik Indonesia (MCRI) di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Sabtu (14/12).
Pernyataan itu dilontarkan Wiranto menanggapi tantangan Presiden Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) Ugan Gandar apakah Wiranto berani merebut kembali kedaulatan energi Indonesia dari tangan asing jika jadi presiden.
Menurut Wiranto, langkah nasionalisasi tersebut harus dilaksanakan tanpa ditawar untuk mewujudkan kesejahteraan, apalagi karena merupakan amanat Undang-Undang Dasar 1945 pada Pasal 33, dimana pemimpin wajib mengembalikan kedaulatan migas untuk kemakmuran rakyat.
Wiranto menjelaskan, akibat sektor migas dikuasai perusahaan asing, Indonesia menjadi kehilangan kedaulatan. Kekayaan alam yang seharusnya bisa digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat kata dia, malah dinikmati negara lain.
Bahkan lanjut Panglima TNI di era kepemimpinan Soeharto itu, tidak sedikit undang-undang Migas yang ada saat ini sengaja didesain agar menguntungkan kepentingan para kapitalis asing.
Polda Metro Jaya Imbau Masyarakat Tidak Gelar Pesta Kembang Api
Polda Riau Amankan 8 Remaja Diduga Terlibat Aksi Kejahatan Jalanan
Danlantamal VI Ajak Insan Pers Olahraga Fun Shooting
Putin-Lukashenko Bahas Kerja Sama Strategis dalam Pertemuan di Volgograd
Porsche Tennis Grand Prix: Pegula, Gauff, dan Paolini Lolos ke Perempat Final









