Cari AirAsia QZ8501, BPPT Terjunkan Kapal Canggih Baruna Jaya

baruna-jaya-BPPTmaiwanews – Bantuan pencarian korban maupun badan pesawat AirAsia QZ 8501 yang hilang di peraiaran Pangkalanbun, Kotawaringan Barat, Kalimantan Tengah terus berdatanga, salah satunya dari kapal Baruna Jaya.

Deputi Badan SAR Nasional (Basarnas), Mayjend TNI Tatang Zaenudin mengatakan, kecanggihan tehknologi Baruna Jaya diharapkan dapat mendukung operasi SAR dan lebih mengefektifkan proses pencarian pesawat maupun korban.

“Kapal (Baruna Jaya) tersebut dilengkapi dengan Under Water Locater Beacon yang dapat mendeteksi sinyal dari Black Box (milik AirAsia QZ8501),” kata Tatang Zaenuddin dalam koprensi pers di Jakarta, Kamis 1 Januari 2014.

Menurut Tatang, kapal milik Badan Pengkajian dan penerapan Teknologi (BPPT) itu juga dilengkapi dengan Multi Beam Scan Sonar yang memiliki kemampuan mendeteksi logam dan gambar 3 dimensi di bawah air.

Saat ini, BPPT memiliki empat kapal Baruna Jaya (I, II, III, dan IV) yang kesemuanya diproduksi di galangan kapal CMN, Cherbourg Prancis.

Dilengkapi dngan instrumen echo sounder, kapal Baruna Jaya yang sejatinya merupakan kapal penelitian itu, memiliki kemampuan mendeteksi objek hingga kedalaman 2.500 meter di bawah permukaan laut.

Dalam menjalankan isinya, Baruna Jaya sudah memiliki segudang prestasi diataranya pernah mengeluarkan scan posisi bangkai kapal motor (KM) Gurita yang tenggelam di Sabang pada 1996, pernah menemukan posisi jatuh pesawat Boeing 737 milik maskapai Adam Air di Selat Makassar (2007), dan pernah menemukan bangkai KM Bahuga Jaya di Selat Sunda (2012).

Bekerjasama dengan sejumlah instansi, Baruna Jaya banyak melakukan misi seperti survey sumber daya perikanan dan riset karakteristik massa air di sejumlah laut di Indonesia, hingga investigasi gunung api bawah laut dan  riset sedimen laut.