
maiwanews – komunikolog Indonesia Emrus Sihombing menyarankan agar diangkat seseorang langsung di bawah presiden untuk memimpin komunikasi publik pemerintah dalam upaya sosialisasi ke masyarakat terkait upaya penanggulangan COVID-19 (Corona Virus Disease 2019).
Dalam keterangannya Selasa 3 Agustus, Emrus mengatakan pemimpin komunikasi itu disarankan dari komunikolog handal, menguasai konsep, teori, manajemen, maupun aksiologi komunikasi. Orang itu juga harus memiliki profesionalitas komunikasi di ruang publik.
Ia menilai, dalam menghadapi pandemi, lockdown belum menjadi solusi tepat untuk kondisi geografis, ekonomi, dan sosial kultural masyarakat Indonesia saat ini. Ia lebih cenderung dengan solusi menumbuhkan kesadaran pada masyarakat, serta membentuk sikap dan perubahan perilaku taat menerapkan prokes (protokol kesehatan).
Untuk mencapai kesadaran masyarakat, komunikasi publik harus menjadi salah satu program utama pemerintah dan dilakukan dari hulu. Alokasi anggaran setidaknya setaradengan biaya pengadaan vaksin.
Jika komunikasi publik tidak baik, Emrus mengkhawatirkan akan masuk pada jebakan pandemi sehingga persoalan semakin sulit ditangani.
Sebaliknya, dengan pengelolaan komunikasi publik pemerintah dilaksanakan dengan maksimal, maka persoalan di hilir yaitu 3T (tracing, testing, treatment) akan semakin terkendali dan kasus COVID-19 berkurang secara signifikan. (z/Emrus Sihombing)
Donald Trump Umumkan Pengangkatan Pejabat Gedung Putih
Danny Pomanto Sampaikan Sambutan Seragam Presiden RI, Ini 6 Poin Penting Untuk ASN Korpri
Para Pemimpin MIKTA Bertemu di Brasil
Polisi Gagalkan Peredaran 2 kg Sabu di Bekasi
Kadiv Keimigrasian Tekankan Integritas dan Profesionalisme Saat Pimpin Apel Pagi









