Pada Kamis, 22 Oktober 2009, Direktorat Perlindungan WNI dan BHI berkoordinasi dengan KBRI Washington DC dan Biro Kepegawaian telah memfasilitasi pengurusan penerimaan kedatangan jenazah Almarhum Dubes Aswin Darwis, mantan Duta Besar RI untuk Argentina yang meninggal dunia pada hari Jum’at 16 Oktober 2009 sekitar pukul 16.00 di Rumah Sakit Suburban Maryland Amerika Serikat. Jenazah tiba di Bandara Soekarno- Hatta dengan maskapai penerbangan Singapore Airline nomor penerbangan SQ 956 untuk selanjutnya dikebumikan di pemakamam Pondok Kelapa, Jakarta Timur.
Pada hari yang sama, Direktorat Perlindungan WNI dan BHI bekerjasama dengan KRI Songkhla juga memfasilitasi pemulangan WNI a.n Sdri. Andri M., WNI asal Pontianak yang terkena kasus illegal entry, stay dan working di Sadao, Thailand. Sebelum bekerja sebagai penyanyi di Thailand, Sdri. Andri masuk ke Kuching, Malaysia melalui jalan darat dari Pontianak, pindah ke Kuala Lumpur dan akhirnya tertangkap pihak imigrasi Thailand. Setelah melalui proses persidangan akhirnya ybs dideportasi ke Indonesia. Setibanya di Jakarta, Sdri Andri M. diserahkan kepada BNP2TKI untuk dibantu kepulangannya ke Pontianak, Kalimantan Barat.
Masih pada hari yang sama, Direktorat Perlindungan WNI dan BHI berkoordinasi dengan KBRI Amman menangani kasus Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang terlantar di wilayah konflik di Erbil, Irak. Salah satu dari TKW yang terjebak di wilayah konflik tersebut, a.n Homsina Bt Ahmad Jamuji telah meminta bantuan Pemerintah Indonesia untuk memulangkannya ke Indonesia. Menindak lanjuti permintaan tersebut, Direktorat Perlindungan WNI dan BHI bekerjasama dengan KBRI Amman, membantu Homsina Bt Ahmad Jamuji sampai dengan kedatangannya dengan menggunakan Maskapai Penerbangan Emirates EK nomor penerbangan 356 pada pukul 15.55 WIB. Kepulangan Homsina merupakan perwujudan kepedulian dan keberpihakan serta upaya Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Amman, Yordania disertai koordinasi yang baik dengan Direktorat Perlindungan WNI dan BHI. (deplu)









