maiwanews – Penangkapan kader Partai Hanura, Dewie Yasin Limpo, mengangetkan dan membuat kecewa berbagai pihak terutama jajaran pengurus partai pimpinan Wiranto. Hanura selama ini disebut sebagai partai terbersih, namun dengan adanya dugaan kasus korupsi anggota DPR RI Komisi VII tersebut telah mencoreng predikat Hanura sebagai partai terbersih. Dewie Yasin Limpo ditangkap oleh KPK dalam OTT kasus suap pembahasan anggaran pembangkit listrik tenaga mikro hidro di Kabupaten Deiyai Papua tahun anggaran 2016.
Wasekjend DPP Partai Hanura, Dimas Hermadiyansyah, dalam pernyataannya Kamis 22 Oktober di Jakarta mengatakan dugaan kasus korupsi Dewie merupakan pelajaran bagi Hanura. “Ini merupakan pelajaran berharga bagi kami agar hal tersebut tidak terulang lagi”, ujar Dimas. Ia menambahkan bahwa Partai Hanura tidak memiliki kaitan dengan tindakan Dewie karena kasus tersebut adalah masalah personal sehingga pihak bersangkutan harus mempertanggungjawabkan perbuatannya sendiri dihadapan hukum.
Terkait komitmen mendukung pemberantasan korupsi, Dimas menegaskan Partai Hanura tetap konsisten meskipun ada kadernya terjerat kasus korupsi.”Ya silahkan saja di proses sebagaimana hukum yang berlaku, sebagai bentuk dukungan tersebut Partai Hanura tidak akan melakukan pembelaan dan bahkan akan memecat kader yang jelas-jelas terjerat kasus korupsi, apalagi yang bersangkutan saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK karena terbukti menerima suap sebesar 177.700 Dolar Singapura dari pengusaha berinisial Septyadi dan Hari alias Har”, ungkap Dimas.
Lebih lanjut Dimas mengatakan kasus tersebut merupakan musibah bagi partai, namun Peraturan Organisasi Partai Hanura jelas mengatur bahwa apabila kader ditetapkan sebagai tersangka maka sangsi pemecatan harus dilakukan, proses tersebut saat ini tinggal menunggu Ketua Umum kembali dari Luar Negeri.
Kepada seluruh rakyat Indonesia, Dimas menyampaikan permintaan maaf, ini merupakan cambuk untuk memperbaiki sistem rekrutmen dan pembinaan kader. Dimas juga mohon doa agar kasus ini segera selesai serta semoga dikemudian hari tidak ada lagi kader Partai Hanura terlibat kasus hukum. (m012)
Tingkatkan Kompetensi Analis Hukum, Harapkan Dapat Dukung Pembangunan Hukum Nasional
Pemilu AS, Jelang Hari Pemilihan, Harris dan Trump Bertarung di 7 Negara Bagian Kunci
Kemenkumham Jatim Gandeng KPK dan Saber Pungli Jatim Gelar Penguatan Pengendalian Gratifikasi dan Pemberantasan Pungli









