DPR: Beli Alutsista Mahal Tapi Cuma Buat Bom Perahu Nelayan?

maiwanews – Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) sudah dua kali melakukan eksekusi penenggelaman kapal asing pencuri ikan. Peneggelaman pertama dilakukan terhadap kapal ikan dari Vietnam, dan terakhir terhadap tiga kapal dari Papua Nugini.

Wakil Ketua DPR Agus Hermanto menyindir kebijakan Jokowi itu dalam melakukan penenggelaman terhadap kapal hanya yang berukuran kecil sekelas perahu.

Apalagi karena dalam menenggelaman perahu itu, pemerintah melalui TNI menggunakan alat utama sistem persenjataan (alitsista) yang dibeli dengan harga yang mahal.

“Mungkin itu hanya perahu, sehingga Jokowi beli alutsista mahal-mahal untuk ngebom perahu?” kata Agus di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (24/12/2014).

Menurut Agus, kebijakan tersebut merupakan pencitraan yang salah, bahwa Indonesia seolah-olah sudah berani melakukan pemboman terhadap kapal asing pencuri ikan (illegal fishing).

Politisi Partai Demokrat itu mengaku heran dengan kebijakan Jokowi tersebut. Apalagi kata Agus, kapal-kapal itu sebelumnya sudah ditahan dan ikan hasil curiannya juga terlebih dahulu sudah dilelang pemerintah.

Sebelumnya, sejumlah pihak juga mengkritik kebijakan Jokowi itu yang dinilai hanya berani menenggelamkan kapal ukuran perahu dari Vietnam dan Papua Nugini.

Sindiran juga dilontarkan masyarakat karena pemerintah dinilai tidak berdaya menghadapi kapal pencuri ikan ukuran besar dari negara tertentu seperti Tiongkok.