
maiwanews – Beberapa hari lalu, tim Porsche Experience di Lapland raih gelar Guinness World Records untuk kendaraan drifting di atas es secara terus menerus. T=Rekor ini diraih menggunakan mobil listrik Porsche Taycan GTS.
Instruktur Jens Richter berhasil menyelesaikan total 132 putaran dengan oversteer terkendali. Dalam waktu 46 menit, ia berhasil menempuh jarak 17,503 kilometer. Dengan rekor baru ini, mobil sport listrik dari Porsche ini telah mengoleksi gelar Guinness World Records keempat. Demikian keterangan pejabat Porsche Indonesia, Valencia Maximillian, hari Rabu, 25 Februari 2025.
Perburuan rekor dengan instruktur Porsche Experience, Jens Richter, di belakang kemudi dimulai pada sore hari tanggal 14 Januari 2025 dalam kesulitan kondisi eksternal.
“Di bawah beban ekstrem terus menerus dari drift Taycan, lintasan es memburuk lebih cepat dari perkirakan”, kata Jens Richter, menggambarkan tantangannya. Oleh karena itu, tim harus membatalkan upaya pertama setelah sekitar 11 kilometer.
Untuk percobaan kedua, tim mengambil keuntungan dari fakta bahwa suhu es turun lagi saat hari mulai gelap. Upaya ini berhasil, Jens Richter menjaga Taycan GTS standar dalam kondisi drift terkendali sejauh 17,503 kilometer atau 132 putaran dengan hanya menggunakan throttle dan intervensi kemudi.
Dengan jarak tersebut, ia berhasil meraih rekor dunia untuk mobil listrik melakukan drift di atas es terpanjang tanpa gangguan dan secara signifikan melampaui rekor sebelumnya, yaitu 14,809 kilometer.
“Dengan gelar Guinness World Records baru kami di atas es, Taycan sekali lagi membuktikan kualitas mengemudi”, kata Jens Richter. Ia menambahkan, kali ini bahkan dengan penggerak semua roda. Fakta bahwa Taycan GTS dapat dikendalikan dengan sangat baik bahkan dalam kondisi ekstrem menunjukkan sasis sangat baik dan kinerja seimbang.
Di bawah pengawasan juri resmi dari Guinness World Records, perjalanan ini berlangsung di lintasan es di Porsche Arctic Center di Levi, Finlandia, sekitar 150 kilometer sebelah utara Lingkaran Arktik. Untuk upaya rekor tersebut, tim Porsche Experience telah menciptakan drift circle dengan diameter 59 meter. Ban Michelin spikes satu milimeter dipasang di kedua as roda Taycan GTS untuk keberhasilan upaya rekor tersebut.
Kendaraan ini dilengkapi dengan alat pengukur GPS profesional untuk mengukur rute secara tepat. Alat ini tidak hanya mendokumentasikan jarak tempuh, tetapi juga merekam tindakan pengemudi seperti gerakan setir, akselerasi dan pengereman, serta gaya G pada kendaraan.
Carl Saville hadir sebagai juri resmi dari Guinness World Records. Segera setelah itu, ia menyerahkan sertifikat rekor kepada pengemudi Jens Richter dan kepada Christian Lehwald, Managing Director Porsche Arctic Center dan Kepala Porsche Experience and New Platforms di Porsche AG.
“Pendekatan pemasaran berdasarkan pengalaman kami selalu mencoba hal-hal tidak biasa. Di Porsche Arctic Center, kami menemukan kondisi sangat baik untuk drifting di atas es. Dengan Taycan GTS baru, kami memiliki salah satu kendaraan listrik paling bertenaga di pasar. Jadi kami cukup yakin bahwa kami dapat memecahkan rekor dunia dengan kombinasi ini dan menerima tantangan tersebut”, kata Christian Lehwald.
Dengan performa terbaik, mobil sport listrik ini memegang empat sertifikat rekor. Pada tahun 2023, Porsche mencetak rekor Guinness World Records lainnya dengan Taycan Cross Turismo di sepanjang rute Xinjiang-Tibet. Pada ketinggian 5.573 meter, model ini menguasai perubahan ketinggian terbesar oleh mobil listrik.
Pada tahun 2021, pembalap Leh Keen memacu Porsche Taycan hingga 165,1 km/jam di sebuah ruang pameran di New Orleans, Louisiana. Dengan demikian, ia mencetak rekor pada saat itu untuk kecepatan tercepat di dalam gedung tertutup. Dan pada tahun 2020, instruktur Porsche Experience, Dennis Retera, melaju tepat 210 putaran dengan Taycan di Porsche Experience Center (PEC) Hockenheimring, menempuh jarak 42,171 kilometer dalam waktu 55 menit. (z/Porsche/Valencia Maximillian/Chlowitya Shalihnaya)
.









