
maiwanews – Boeing dan Republik Tanzania Selasa 16 November mengumumkan pemesanan 4 pesawat Boeing senilai lebih dari $726 juta. Keempat pesawat itu masing-masing adalah 787-8 Dreamliner, 767-300 Freighter, dan dua jet 737 MAX di Dubai Airshow 2021.
Pesawat-pesawat itu akan dioperasikan oleh maskapai nasional Tanzania, Air Tanzania, baik untuk penumpang maupun kargo, untuk memperluas layanan dari negara tersebut ke pasar baru di seluruh Afrika, Asia, dan Eropa.
CEO Air Tanzania Ladislaus Matindi mengatakan “pesawat 787 Dreamliner unggulan kami populer di kalangan penumpang kami, memberikan kenyamanan dalam penerbangan tak tertandingi dan efisiensi ultra untuk pertumbuhan jarak jauh kami”.
Sedangkan 767 Freighter dikatakan akan memberikan kemampuan dan fleksibilitas luar biasa kepada Air Tanzania untuk memenuhi permintaan penumpang dan kargo di Afrika dan sekitarnya.
Berbasis di Dar es Salaam, maskapai ini akan memperluas armada 787 saat ini, memanfaatkan 737 baru untuk jaringan regionalnya dan 767 Freighter untuk memanfaatkan permintaan kargo di Afrika.
Ihssane Mounir (Wakil presiden senior Penjualan & Pemasaran Komersial Boeing) mengatakan, Afrika adalah wilayah dengan pertumbuhan tercepat ketiga di dunia untuk perjalanan udara, dan Air Tanzania berada di posisi tepat untuk meningkatkan konektivitas dan memperluas pariwisata di seluruh Tanzania.
“Kami merasa terhormat bahwa Air Tanzania telah memilih Boeing untuk program modernisasi armadanya dengan menambahkan 787 dan memperkenalkan 737 MAX dan 767 Freighter ke dalam jaringannya”, ungkap Ihssane Mounir.
Visi Pasar Komersial Boeing 2021 memperkirakan bahwa pada tahun 2040 maskapai penerbangan Afrika akan membutuhkan 1030 pesawat baru senilai 160 miliar dolar AS dan layanan purna jual seperti manufaktur dan perbaikan senilai $235 miliar.
Warisan Boeing di Afrika dimulai lebih sejak 75 tahun lalu, dengan lebih dari 60 pelanggan maskapai mengoperasikan sebanyak 500 pesawat Boeing. (*)









