Forum Diskusi Tekan Kerawanan Kriminalitas Hutan

EVA PUJI ASTUTI
EVA PUJI ASTUTI

maiwanews. Tuban Perhutani dalam mengelola hutan di pulau Jawa ini, khususnya di kantor KPH (Kesatuan Pemangkuan Hutan) Jatirogo mengedepankan visinya menjadi perusahaan unggul dalam pengelolaan hutan lestari, dan misi mengelola sumberdaya hutan secara lestari (planet) serta meningkatkan manfaat pengelolaan sumberdaya hutan bagi seluruh pemangku kepentingan dan menyelenggarakan bisnis kehutanan dengan mengedepamkan diskusi antra semua elemen.

Administratur KPH Jatirogo, Achmad Basuki, melalui Kepala Urusan Komunikasi, Eva Puji Astuti, adalah tentang komitmen Perhutani dengan meningkatkan manfaat pengelolaan SDH bagi seluruh pemangku kepentingan dan berkontribusi kepada masyarakat desa sekitar hutan.

“Upaya pendekatan dan pengembangan perekonomian masyarakat desa sekitar hutan Perhutani ke masyarakat telah kita laksanakan melalui kegiatan Forum Group Discusion di Kantor KPH Jatirogo,” tutur Eva.

Disebutkan Eva, kelestarian hutan akan dapat dicapai apabila gangguan keamanan hutan berupa pencurian pohon, penggarapan lahan secara illegal, penggembalaan, kebakaran hutan dapat dikendalikan dengan baik dibutuhkan keselarasan antara kegiatan pengelolaan sumber daya hutan dengan kegiatan kelola sosial (pembangunan wilayah sesuai dengan kondisi dan dinamika sosial masyarakat desa hutan).

Saat ini kondisi hutan KPH Jatirogo menurut Eva selain menekan angka pencurian pohon yang mencapai 310 pohon dengan nilai kerugian sekitar 190 Juta Rupiah.

“Bila dibanding tahun kemarin, kerugian kita telah mengalami penurunan signifikan sekali yang telah mencapai 728 pohon dan kerugiannya sebanyak sekitar Rp. 338 jutaan,” kata Eva.

Mmenurut Eva, KPH melaui sosialisasinya telah melakukan diskusi bersama terfokus PHBM (FGD)antara muspika,kepala desa dan pengurus LMDH yang dilaksanakan per kecamatan   dalam wilayah KPH Jatirogo, guna menyamakan persepsi,kesepahaman dan komitmen antara KPH Jatirogo,Muspika dan Masyarakat Desa Hutan dalam pelestarian Sumber Daya Hutan sesuai dengan pembangunan wilayah. rea