maiwanews – Front Pembela Islam (FPI) ikut menjaga kantor DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terhadap kemungkinan serangan lanjutan dari massa Ketua Umum PPP versi Muktamar Surabaya, Romahurmuzi atau Romy).
Selain menjaga kantor PPP, FPI juga melakukan menelusuran latar belakang massa yang mengatasnamakan Satgas PPP pasca penyerangan kantor PPP termasuk merusak Masjid yang ada di kompleks DPP PPP pada Selasa (2/12/2014) sore WIB.
Terkait perusakan tempat ibadah ummat Islam itu, Ketua DPP FPI Habib Muhsin mengecam aksi yang dikategorikan sebagai tindakan premanisme dan sudah keluar dari norma-norma agama itu.
Apalagi kata Habib Muhsin, setelah dilakukan iinvestigasi, didapat informasi bahwa pelaku yang merusak rumah ibadah tersebut merupakan orang yang bukan beragama Islam.
“Setelah dinvestigasi, yang melakukan adalah orang-orang non muslim,” kata Habib Muhsin, Rabu (3/12/2014).
Atas fakta ini menurut Habib Muhsin, agar tidak menjadi isu SARA (suku, agama, ras dan antar golongan), dirinya meminta aparat kepolisian untuk segera menangkap para pelaku.
Jika aparat penegak hukum tidak mampu mencari pelaku perusakan lanjut Habib Muhsin, FPI mengancam akan bertindak dan menangkap sendiri para pelaku perusakan Masjid tersebut untuk diserahkan ke polisi.









