Gazprom Rusia Minta GAIL India Bayar LNG dalam Euro

20220328-drum-gazprom-8agu2016
Drum Gazprom. 8 Agustus 2016. (ilustrasi)

maiwanews – Perusahaan minyak dan gas asal Rusia, Gazprom, meminta GAIL India membayar pembelian gas dalam mata uang euro. Kebijakan ini membuat Rusia melangkah lebih jauh dalam upaya melepaskan diri dari mata uang dolar sejak konflik dengan Ukraina merebak.

Amerika Serikat dan negara-negara lainnya terutama Eropa menjatuhkan sejumlah sanksi terhadap Rusia baik institusi maupun individu sejak Moskow memerintahkan Operasi Militer Khusus terhadap Ukraiana mulai 24 Februari. Akibat sanksi, beberapa aset Rusia dibekukan dan perdagangan luar negeri mengalami hambatan.

Rusia sebagai raksasa energi dunia merespon dengan mengambil langkah-langkah strategis. Terhadap negara-negara dengan cap tidak bersahabat, Rusia mewajibkan pembayaran dalam mata uang rubel. Sementara negara-negara lain, termasuk India, diperbolehkan membayar dengan mata uang euro.

GAIL India dan Gazprom Marketing & Trading Singapore telah menjalin kesepakatan ekspor impor gas alam cair (liquefied natural gas/LNG) jangka panjang. Volume kesepakatan kedua belah pihak mencapai 2,5 juta ton pertahun dengan pembayaran menggunakan mata uang dolar AS (Amerika Serikat).

Permintaan Gazprom terkait pembayaran dalam mata uang euro, bukan dolar, dinilai bukan masalah oleh GAIL mengingat negara-negara Eropa membayar impir dari India dengan mata uang euro. VOA mengutip keterangan salah satu sumber hari Senin (28/03/2022).

Sumber itu menjelaskan, sanksi bisa jadi tidak berlaku untuk pembayaran menggunakan mata uang euro. Kontrak GAIL dikatakan dilakukan dengan unit Gazprom di Singapura. (hiu)