maiwanews – Partai Golkar hasil Muas Ancol yang dipimpin Agung Laksono menolak wacana Munas Luar Biasa (Munaslub) bersama untuk menyelesaikan kisruh atau dualisme kepengurusan partai itu.
“Menyusul keputusan rapat pimpinan harian DPP Golkar Munas Munas Ancol pada Rabu 16 September kemarin, menolak diselenggarakannya munas bersama,” kata Agung Laksono dalam keterangannya, Kamis (17/9/2015).
Menurut Agung, wacana Munaslub bersama antara kubu Agung dan Aburizal Bakrie (Ical) tidak menyelesaikan masalah. Bahkan kata dia, bertentangan dengan AD/ART partai.
Dikatakan Agung, sikap yang diambil pihaknya adalah menunggu proses putusan kasasi MA yang bersifat final. Setelah ada putusan itu sambung Agung, akan dilaksanakan Munas selambatnya Oktober 2016 untuk menetapkan kepengurusan DPP Golkar yang baru.
Sejalan dengan penolakan wacana Munaslub itu, Agung membubarkan Tim 5 yang belakangan dibelokkan dan dijadikan kendaraan Yorrys Raweyai dan kawan-kawan dalam menggagas Munaslub.
Agung menjelaskan, Tim 5 yang awalnya dibentuk sebagai tim penjaringan calon kepala daerah bersama yang sebelumnya digabung dengan Tim 5 dari kubu Aburizal Bakrie, tugasnya sudah selesai termasuk sudah menyampaikan laporan. Hingga kata Agung, Tim 5 secara resmi dibubarkan.
“Dengan demikian tim resmi dibubarkan dan kami ucapkan terima kasih dan apresiasi besar, mampu melaksanakan penjaringan calon kepala daerah,” kata Agung.









