
maiwanews – Aktivis lingkungan berusia remaja Greta Thunberg menyampaikan komentar bernada menyindir terkait konferensi perubahan iklim PBB COP26 (26th UN Climate Change Conference of the Parties). KTT (Konferensi Tingkat Tinggi) Perubahan Iklim PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) COP26 berlangsung di Glasgow Skotlandia 31 Oktober hingga 12 November 2021.
Dalam akun Twitter-nya Minggu 14 November pukul 04:02 WIB (Sabtu 13 November malam waktu Swedia) mengatakan “#COP26 sudah berakhir. Berikut ringkasan singkatnya: Bla, bla, bla”. Ia menambahkan, “tetapi pekerjaan sebenarnya berlanjut di luar aula ini. Dan kami tidak akan pernah menyerah, selamanya”.
Aktivis lingkungan bernama lengkap Greta Tintin Eleonora Ernman Thunberg itu me-retweet kicauan sebelumnya pada hari Minggu 7 November bahwa jika tidak segera tercapai pengurangan emisi tahunan secara drastis pada sumbernya, maka upaya mengatasi krisis iklim dianggap gagal. Sayangnya, pengurangan emisi seperti itu belum pernah terjadi sebelumnya.
Lebih lanjut pada kicauan hari Minggu pekan lalu ia menegaskan, beberapa langkah kecil, melakukan beberapa kemajuan, atau meraih kemenangan secara perlahan diakatakan sama dengan kalah.
Aktivis kelahiran 3 Januari 2003 di Stockholm Swedia tersebut Senin 1 November menuding para pemimpin dunia hanya berpura-pura menganggap serius masalah lingkungan saat ini. Hal itu disampaikan dalam unjuk rasa di luar gedung konferensi COP26 di Festival Park, di Glasgow, Skotlandia.
Jumat 29 Oktober ia ikut serta dalam demonstrasi di luar kantor bank Standard Chartered di London. Para pendemo menuntut lembaga keuangan itu menghentikan pendanaan ekstraksi bahan bakar fosil.
Dari London Inggris, aktivis remaja berusia 18 tahun itu tiba di Glasgow menggunakan kereta api pada Sabtu 30 Oktober. Ia berangkat bersama 20 aktivis lingkungan lainnya dari berbagai negara termasuk Namibia, Filipina, dan Samoa. (i)
.









