Hanura Usul Revolusi Mental Jadi Gerakan Nasional

diskusi revolusi mental partai hanura

maiwanews – Salah satu pendukung pasangan Joko Widodo – Jusuf Kalla pada pemilihan presiden (pilpres) lalu, Partai Hanura, mempertegas komitmen mengawal ide revolusi mental sebagai salah satu visi Joko Widodo sebagaimana dicanangkan dalam kampanye pilpres.

Penegasan komitmen Hanura dibuktikan dengan dilaksanakannya diskusi publik terkait revolusi mental dalam berbagai sudut pandang, baik itu kepemudaan, hukum, birokrasi, ekonomi, maupun aspek lainnya. Diskusi ini dilakukan secara rutin seminggu sekali setiap hari Jum’at. Demikian disampaikan, Dimas Hermadiyansyah, Wasekjend DPP Partai Hanura, kepaada maiwanews melalui surat elektronik Sabtu 18 Oktober 2014 pukul 00.16 WIB dini hari.

Pada diskusi edisi Jum’at 17 Oktober, Hanura mengangkat tema “Revolusi Mental dalam Mewujudkan Reformasi Birokrasi di Indonesia”. Hadir sebagai pembicara dalam diskusi ini yaitu: Ketua DPP Partai Hanura DR. Yuddy Chrisnandi, Ketua Ombudsman RI Danang Girindrawardhana, dan Walikota Bandung Ridwan Kamil. Sementara Dimas bertindak sebagai moderator. Turut hadir dalam diskusi diantaranya mahasiswa, ormas, organisasi profesi kader partai Hanura, dan anggota DPRD.

Yuddy pada diskusi tersebut mengatakan revolusi mental telah menjadi kebutuhan utama bangsa ini. Dalam pandangan Yuddy, revolusi mental harus dimulai dari pemimpin, oleh karena itu aparatur negara harus bersih dan berorientasi pada pelayanan publik.

Sementara Danang dalam kesempatan tersebut menyatakan sistem birokrasi sekarang ini masih banyak tumpang tindih. Ia menjelaskan tumpang tindih terjadi antara undang-undang, peraturan presiden (perpres), maupun peraturan daerah (perda). Karenanya, menurut Danang perlu upaya sinergitas agar rakyat mendapatkan haknya, yaitu pelayanan publik berkualitas.

Adapun Ridwan Kamil mengatakan revolusi mental perlu dimulai dari diri sendiri, disusul dengan membangun kebiasaan baik di dunia pendidikan, dan melakukan revolusi karakter bagi para aparatur pemerintah dalam rangka mewujudkan reformasi birokrasi. Lebih lanjut Ridwan menjelaskan, revolusi karakter aparat pemerintah dapat dilakukan dengan memberlakukan reward and punishment.

Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga DPP Partai Hanura, Wishnu Dewanto, selaku penanggung jawab kegiatan dalam pengantarnya menyampaikan bahwa kegiatan diskusi tersebut adalah bagian dari upsya partainya dalam mendukung agar revolusi mental menjadi gerakan nasional. Wishnu mengklaim revolusi mental sejalan dengan garis perjuangan partai, yaitu mengedepankan Hati Nurani dalam berfikir, bersikap dan berperilaku. (m011/Hanura)