maiwanews – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengadakan pertemuan dengan CEO PT Liga Indonesia dan perwakian dari 18 klub peserta kompetisi ISL 2015 di Kemenpora, Kamis 27 April 2015 pukul 16.30 hingga 18.00 WIB.
Dalam pertemuan yang dipimpin langsung Menpora itu hadir dari ISL CEO PT Liga Indonesia Joko Driyono didampingi sekretaris Tigor Shalomboboy serta representasi PSSI, Togar Manahan Nero.
Pertemuan itu deadlock karena klub-klub bersikukuh hanya akan menjalankan kompetisi di bawah PSSI. 18 klub yang diwakili oleh seorang perwakilannya membacakan petisi yang menolak pembekuan PSSI dan meminta Menpora mencabut kembali Keputusan Menpora tentang pembekuan tersebut.
Usai pertemuan, Kemenpora memberikan pernyataan resmi hasil pertemuan tersebut yang juga dipublikasikan melalui situs remi Kemenpora, Senin (27/3/2015) sebagai berikut:
1. Menpora menyampaikan pernyataan terbuka, bahwa sama sekali tidak ada niatan untuk menghentikan jalanya kompetisi ISL 2015, dan bahkan Kemenpora pun tetap meminta PT Liga Indonesia untuk kembali menjalankan putaran kompetisi ISL yang saat ini terhenti.
2. Sebagai bentuk keterbukaan dan kepedulian Kemenpora, yang diundang dalam pertemuan tersebut tidak hanya 16 klub yang telah mendapatkan rekomendasi dari BOPI, tetapi bahkan juga Arema dan Persebaya yang belum memperoleh rekomendasi. Pertimbangannya adalah kedua klub tersebut sudah menuju titik-titik penyelesaian untuk segera memperoleh rekomendasi.
3. Sepakbola harus menjadi kebanggaan nasional dengan prestasi yang lebih baik, dan oleh karenanya dipandang perlu bagi Kemenpora untuk melakukan pembenahan penanganan sepakbola, sehingga jangan sampai sekarang ini karena peringkat Indonesia menurut FIFA sampai di bawah Timor Leste.
4. Kemenpora akan segera membentuk Tim Transisi, yang di antaranya tugasnya melakukan tugas-tugas yang selama ini dilakukan oleh PSSI hingga nantinya terbentuk PSSI yang baru. Kemenpora melalui Tim Transisi sama sekali tidak berniat untuk menempatkan personil tertentu agar menjadi calon-calon pengurus PSSI yang baru, karena semuanya sepenuhnya diserahkan pada para pemegang hak suara di PSSI.
5. PT Liga Indonesia berkeberatan untuk segera meneruskan kembali kompetisi ISL tanpa melibatkan PSSI sebagai induk cabang olahraga sepakbola.
6. PT Liga Indonesia harus menunggu persetujuan dari pemegang saham untuk merespon keinginan Menpora.
7. 18 klub yang diwakili oleh seorang perwakilannya membacakan petisi yang menolak pembekuan PSSI dan meminta Menpora mencabut kembali Keputusan Menpora tentang pembekuan tersebut. Mereka juga meminta agar kompetisi segera digulirkan kembali namun dengan melibatkan PSSI. Terhadap petisi tersebut, Menpora dengan bijak meresponnya untuk menjadi masukan.
8. Beberapa klub mengeluhkan dampak dari pembekuan, mulai dari ketidakpastian sponsor, beban gaji pemain dan keinginan masyarakat yang belum tersalurkan untuk menonton bola.
9. Terhadap aspirasi penarikan kembali keputusan pembekuan, Menpora menyatakan, bahwa itu persoalan hukum yang lain dan apalagi sudah ada gugatan hukum melalui PTUN. Yang dikehendaki oleh Menpora adalah agar kompetisi dapat segera bergulir, sehingga keluhan-keluhan yang disampaikan tersebut akan dapat tertuntaskan dengan sedirinya.
10. Menpora meminta untuk dibentuk Tim Kecil yang melibatkan Kemenpora, PT Liga Indonesia dan perwakilan klub, dengan tujuan untuk mengkaji lebih jauh.
11. Secara umum pertemuan memang berlangsung cukup alot. Namun demikian, Menpora dengan kesabarannya tetap dapat memimpin acara pertemuan dengan tenang meskipun kadang diserang dari berbagai pihak di kalangan klub. Menpora tidak terpancing emosinya dan tidak otoriter untuk memimpin pertemuan tersebut.
Prabowo & Li Qiang Bahas Penguatan Kemitraan Strategis Indonesia-Tiongkok
Dunia Akui Ketahanan Pangan Indonesia, Kata Prabowo
Prabowo Sambut Hun Sen, Pererat Hubungan Diplomatik Indonesia-Kamboja
Danny Pomanto Sambut Professor dari PTNBH Se Indonesia di MGC
Trump Bertekad Akhiri Serangan Houthi, Lindungi Kapal Komersial









