Anak Sekolah Tergerak Menghijaukan Hutan

maiwanews – Kecintaan anak sekolah terhadap lingkungan sekitar apalagi soal kehijauan hutan dirasakan kurang oleh tenaga pengajar baik di lingkungan sekolah negeri maupun swasta di sekitar wilayah kerja Perum Perhutani KPH Jatirogo.

Baru-baru ini dengan rasa kepedulian yang sangat tinggi 2 (dua) sekolahan SMA Negeri 1 Bangilan, Bangilan dan SMK Negeri 1 Gomang, Laju Lor, Singgahan Tuban. Kedua-duanya meminta Perhutani KPH Jatirogo berpartisipasi.

Bertajuk “Menanam Bersama di Hutan” kedua lembaga, ini ibarat gayung bersambut ditanggapi oleh Administratur melalui surat balasan ke Kepala Sekolah SMA N 1 Bangilan dan Ketua Pondok atau Pengasuh Ponpes Wali Sembilan ‘Nurusalam’ yang juga Pendiri SMK N 1 Gomang.

“Saya tunjuk Asper BKPH Bahoro yang menghandel agenda dengan dua sekolahan tersebut. Saya mintakan ke dia untuk mencukupi semua bibitnya, yang satu permintaan di petak 65 B, RPH Banjarwaru bagi kegiatan dengan SMA N 1 Bangilan dan tiga lokasi petak 48 I, 46 A serta 39 T untuk kegiatan Hari Lahir (Harlah) Ponpes,” papar Amas Wijaya saat dijumpai BINA di Kantor KPH.

Ketika dikonfirmasi terpisah, H. Mukti SPd di kantor SMA ini kepada BINA dia mengatakan, keseriusan kegiatan saat di hutan petak tersebut ini digunakan sebagai tolak ukur Siswa Siswi menghadapi materi pembelajaran bidang baru tentang lingkungan.

“Apakah mereka (red. Murid-murid) memahami, punya rasa peduli serta mengerti bila sekitar mereka berdampak buruk ke mereka termasuk yang menguntungkan baginya. Seperti disekitar sekolahan SMA inikan dekat dengan kawasan hutan. Jika ekosistemnya rusak akibat ulah manusia yang nggak ngerti kepentingan hidup orang banyak berarti mereka juga nggak peduli kita. Lantas mau siapa lagi yang peduli ? masak Perhutani aja“ ungkapnya.

Sama halnya apa yang disampaikan KH. Noer Nasroh, Pengasuh Ponpes, selain untuk salah mata pelajaran di SMK jurusan Kehutanan ini juga memberikan semangat hidup baru di dunia Pondok Pesantren bila anak-anak didik di sekolahan ini punya pandangan hidup bahwa pepohonan itu juga memberikan pengaruh terhadap mereka.

“Kita berikan menset pola pikir kepada mereka bahwa pohon-pohon yang dicuri atau ditebangi orang tua mereka akan berdampak buruk baginya,” katanya.

Kata Asper BKPH Bahoro, Teguh Y saat ditemui BINA memaparkan bahwa untuk memenuhi bibit yang diminta dua sekolahan tersebut, BKPH Bahoro memberikan 3500 plances untuk petak 65 B jenis Jati JPP SP dan 500 plances jenis Kesambi.

“Sedangkan untuk kegiatan penanaman bersama dengan Ponpes itu, kita kirimkan 8600 plances jenis Jati JPP SP dan 1950 jenis Kesambi dan 200 plances jenis Mahoni untuk ketiga petak.,” paparnya.

Katanya semua kegiatan penanaman bersama di 4 (empat) lokasi tersebut juga diikuti karyawan karyawati Kantor KPH dan BKPH Bahoro. “Steak Holder juga banyak juga yang ikut serta, termasuk anak pramuka baik itu dari Saka Wana Bhakti maupun dari yang lainnya Saka”  met