Terlihat ada keanehan jika membandingkan keadaan sebelum dan sesudah tertangkapnya aktor penting dugaan mega korupsi diberbagai departemen, Nazaruddin, yang merupakan kader dan mantan bendahara umum partai Demokrat.
ketika melakukan komunikasi dengan stasiun TV swasta beberapa minggu lalu melalui jaringan Skype, terlihat mimik wajah dari Nazaruddin terlihat sangat berani dan lugas, tetapi ketika mulai tertangkap dan diserahkan ke KPK dan ditahan di Mako Brimob banyak sekali perubahan psikologi yang dialami oleh Nazaruddin,tentu ini menjadi tanda Tanya bagi publik.
Keanehan itu diungkap Direktur Eksekutif Indonesia Development Monitoring (IDM) Munatsir Mustaman ,S.H Selasa 16 Agustus 2011 kepada wartawan. “Keanehan terhadap proses penangkapan Nazaruddin di Kolumbia mulai dari adanya dugaan upaya penghilangan bukti-bukti yang ada dui tas hitam Nazaruddin serta tidak diperbolehkannya pengacara Nazaruddin untuk bertemu pada hari pertama Nazaruddin tiba di Indonesia,” kata Munatsir.
Keanehan yang lain juga terjadi ketika kawan-kawan Nazaruddin dari Komisi 3 DPR RI ketika menjenguk juga terlihat dari wajah Nazaruddin yang gelisah serta tidak tenang dan ketakutan, serta adanya pengakuan Nazaruddin yang tidak makan selama dua hari karena takut makanannya diracuni, tetapi pengakuan Nazaruddin dibantah oleh Mako Brimob bahwa Nazarrudin makan cukup banyak ketika sahur dan terus diperiksa oleh tim dokter Mako Brimob.
Ada beberapa pertanyaan yang menjadi cukup aneh terhadap Nazaruddin di Mako Brimob, yaitu untuk apa kesehatan Nazaruddin diperiksa setiap saat? karena ketika ditangkap Nazaruddin dalam keadaan sehat, sekalipun wajah Nazarrudin terlihat lelah bisa dipastikan karena Nazaruddin terkena efek Jetlag akibat pernerbangan dari Kolumbia menuju Jakarta.
Jelas keadaan psikologis dari Nazaruddin bukan karena dia mengalami Jetlag atau tetapi Nazaruddin dibayangi rasa takut dan gelisah serta omongannya tidak sama mengenai tidak makan selama 2 hari dengan pernyataan yang dibuat oleh kepala rutan Mako Brimob.
Keadaan Nazaruddin ini mirip dengan para pasien rumah sakit jiwa yang diberi semacam obat yang mengandung Psikotropika dalam kadar rendah seperti sejenis Valium atau Arkine, karena efek dari Valium jika diberikan kepada orang yang normal maka akan membuat efek bagi yang mengkomsumsi menjadi bengong, pelupa, ketakutan, gelisah dan sulit berpikir panjang, jika ini diberikan dalam waktu yang cukup lama maka akan meyebabkan pengkomsumsinya menjadi seperti orang sakit jiwa.
Jika memang itu terjadi pada Nazaruddin bisa saja akhirnya KPK menghentikan proses peyelidikan terhadap Nazaruddin akibat gangguan jiwa pada diri Nazaruddin. hal ini mungkin bisa terjadi karena kasus kasus dugaan korupsi Nazaruddin akan banyak memakan korban dari orang orang yang ada di partai yangf sedang berkuasa serta terhadap institusi KPK sendiri.
Selain DPR, Komnas HAM dan LPSK juga harus proaktif karena bila benar adanya valiumisasi terhadap Nazaruddin maka hak asasi dari Nazaruddin sudah dilanggar. Serta LSM LSM seperti Kontras juga sebaiknya ikut mengawasi proses penahanan Nazaruddin karena kekerasan terhadap Nazaruddin dimungkinkan terjadi.
“Jadi untuk menjaga agar tidak terjadi valiumisasi terhadap Nazaruddin, Munatsir berharap DPR mencari dokter yang sangat independen untuk memeriksa kesehatan Nazaruddin,” tegas Munatsir.(Foto: KPK)









