
maiwanews – Pejabat lembaga nuklir Iran Mohammad Eslami mengklaim negara itu tidak akan memperkaya uranium di atas tingkat kemurnian 60 persen. Kepala Organisasi Energi Atom Iran (Atomic Energy Organization of Iran/AEOI) itu mengatakan semua kegiatan nuklir Iran berada dalam kerangka perjanjian, undang-undang, dan peraturan Badan Tenaga Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA).
Jika para pihak dalam negosiasi di Wina tidak mencapai kesepakatan, Amerika Serikat tidak akan kembali ke Rencana Aksi Komprehensif Bersama (Joint Comprehensive Plan of Action/JCPOA) atau biasa disebut sebagai kesepakatan nuklir Iran, dan sanksi terhadap Iran tidak akan dicabut, Iran tidak akan meningkatkan pengayaan melebihi 60 persen.
Semua tujuan Iran dalam hal pengayaan uranium adalah untuk memenuhi kebutuhan industri, produksi, serta kebutuhan konsumen dalam negeri. Penegasan itu disampaian dalam wawancara dengan Sputnik/RIA Novosti sebagaimana dikutip Tasnim News Agency Sabtu 25 Desember.
Ditanya tentang sanksi Barat, Eslami menyebutnya tidak manusiawi dan kejam. Akibat sanksi itu, rekening Iran di luar negeri dibekukan. Semua pencapaian dalam empat puluh tahun setelah revolusi (sejak 1979) telah dipengaruhi oleh sanksi-sanksi ini.
Sanksi terhadap Iran disebut sebagai gambaran jelas tentang anti-humanisme. Sanksi telah menghambat perkembangan dan melangar cara hidup masyarakat Iran. Menghadapi itu, rakyat Iran dengan kemampuannya dan potensi wilayah telah membangun negara untuk melawan sanksi. (Tasnim News Agency/z)
Amran Sulaiman Laporkan Produksi dan Serapan Beras Nasional ke Presiden
Prabowo Sampaikan Belasungkawa atas Wafatnya Paus Fransiskus
Presiden Luncurkan Danantara di Halaman Istana Kepresidenan, Jakarta
Menhan AS Sebut Polandia Sebagai Mitra Strategis di Sisi Timur NATO
Jelang Pelantikan Trump, Pengamanan Luar Gedung Kongres Makin Ketat









