Iran Rusia Tandatangani Perjanjian Kerjasama Bidang Hankam

maiwanews – Rusia dan Iran menandatangani perjanjian kerjasama bidang hankam (pertahanan dan keamanan) Selasa 20 Januari. Kesepakatan militer Moskow dan Teheran berdampak pada meluasnya kerjasama pelatihan personil dan kegiatan kontra terorisme. Kesepakatan kedua negara bisa menjadi jalan keluar terhadap masalah pengiriman rudal S300, media Iran melaporkan.

Menteri Pertahanan Rusia Sergey Shoigu dan rekan Irannya, Brigadir Jenderal Hossein Dehghan, menandatangani dokumen selama kunjungan petinggi Rusia ke ibukota Iran pada Selasa. Berdasarkan perjanjian baru tersebut, kerjasama diperluas mencakup pertukaran pelatihan militer dan peningkatan kerjasama kontra terorisme. Selain itu, angkatan laut kedua negara bisa lebih sering saling menggunakan pelabuhan dimana elabuhan Iran akan terbuka bagi angkatan laut Rusia dan demikian pula sebaliknya.

Menurut kantor berita Iran FARS, kerjasama kedua belah pihak juga bisa menyelesaikan masalah mengenai pengiriman sistem pertahanan rudal S300 Rusia ke Iran. Namun, Moskow belum membuat komentar resmi mengenai isu sistem pertahanan tersebut.

Kontrak senilai 800 juta dolar AS untuk memberikan sistem rudal pertahanan udara S300 ke Iran dibatalkan pada tahun 2010 oleh presiden Rusia saat itu, Dmitry Medvedev. Pembatalan dilakukan atas tekanan Barat dimana PBB sedang memberlakukan sanksi terhadap Iran terkait tudingan program senjata nuklir.

“Sebuah langkah ke arah kerja sama ekonomi dan teknologi militer telah diambil, setidaknya hal seperti sistem pertahanan S300 dan S400 mungkin akan kami berikan,” demikian disampaikan Kolonel Jenderal Leonid Ivashov, presiden Pusat Internasional untuk Analisis geopolitik, sebagaimana dilaporkan oleh RIA. Ivashov menambahkan, sanksi dari Barat telah membuat kerja sama kedua negara makin erat.

Menteri Pertahanan Rusia, Shoigu, mengatakan perjanjian baru tersebut ditujukan agar bisa membangun hubungan militer jangka panjang dan lebih beragam dengan Iran. Menteri Shoigu juga mengatakan bahwa secara teoritis kerjasama bidang militer telah dibuat.

Perjanjian baru ini ditujukan untuk menciptakan hubungan militer dengan Iran dalam “jangka panjang dan beragam”, Menteri Pertahanan Rudia Shoigu menekankan bahwa “secara teoritis untuk kerjasama di bidang militer telah dibuat.”

Pihak Iran percaya perjanjian kerjasama kedua negara berdampak pada perdamaian dan keamanan regional dalam waktu lama. FARS melaporkan, dua negara tetangga tersebut Rusia memiliki sudut pandang sama terhadap isu-isu politik, regional dan global. (m013/RT)