Israel Siap Bebaskan 26 Tawanan Berkebangsaan Palestina

maiwanews – Warga Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza mempersiapkan penyambutan 26 orang tawanan. Mereka ditawan pihak Israel selama 19 hingga 28 tahun, kebanyakan diantaranya untuk kasus penyerangan terhadap orang Israel.

Keluarga para tahanan hari Senin merayakan pengumuman rencana pembebasan keluarga mereka, para keluarga juga mempersiapkan pesta penyambutan di Tepi Barat dan Jalur Gaza. Di mata Israel para tawanan adalah teroris, tapi di mata Palestina mereka adalah pahlawan perlawanan.

Pembebasan para tawanan merupakan bagian dari kembali dilaksanakannya pembicaraan damai baru-baru ini. Pihak berwenang Palestina dari Kementerian untuk Tahanan Issa Qaraka menyebut pembebasan itu sebagai langkah positif. Menurutnya membebaskan tawanan akan memperdalam proses perdamaian dan memberi legitimasi bagi proses perdamaian itu. Langkah tersebut memberi harapan bagi pembebasan semua orang Palestina di penjara Israel.

Pembebasan warga Palestina dari penjara Israel ini merupakan untuk kedua kalinya dilakukan sejak perundingan perdamaian kembali dilakukan tiga bulan lalu antara otoritas Palestina dengan Israel. Dua pembebasan lagi dijadwalkan akan dilakukan sebagai bagian meningkatkan kepercayaan sebelum pembicaraan berakhir enam bulan kedepan.

Meski dipandang sebagai langkah positif oleh berbagai pihak, namun pembebasan tawanan menuai protes dari kelurga korban. Mereka dikabarkan akan mengambil tindakan hukum atas pembebasan tersebut. Juru bicara Perdana Menteri Benyamin Netanyahu Mark Regev mengakui masalah tersebut dilematis.

“Membebaskan pelaku pembunuhan terhadap warga sipil tak berdosa merupakan keputusan sulit dan menyakitkan dimana kami lakukan hanya karena kami ingin memberi kesempatan bagi pembicaraan damai dengan Palestina”, kata Regev. (R19/VoA)