GRESIK – Jelang coblos ulang Pilkada Gresik ternyata dimanfaatkan oleh sejumlah oknum yang tidak bertanggung jawab dengan menebar spanduk-spanduk liar bernada provokatif.
Celakanya, spanduk liar yang mulai meresahkan masyarakat ini mengatasnamakan Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Jawa Timur.
“Selama ini, KIPP tidak pernah membuat spanduk-spanduk yang bernuansa politik dan terkesan menyudutkan salah satu pasangan calon,” kata Ketua Ketua KIPP Gresik, Makmun.
Merasa lembaganya dicatut, KIPP meminta secepatnya Panwas Gresik menurunkan, karena terjadi pelanggaran dengan mencatut KIPP Jawa Timur. Bila tidak KIPP mengancam akan mempolisikan pemasangnya.
“Untuk itu, kami akan menyelidiki dalang di balik pemasangan spanduk tersebut. Bahkan, KIPP Gresik telah bekerjasama dengan KIPP Jawa timur untuk membentuk tim investigasi guna melacak oknum yang tidak bertanggungjawab membuat spanduk mengatasnamakan KIPP tersebut,” tandas Makmun.
Ketua Panwaskab Gresik, Mochammad Toha, ketika dikonfirmasi mengaku sudah mengetahui keberadaan spanduk-spanduk bernada provokatif tersebut. Selanjutnya pihaknya berkoordinasi dengan panwascam untuk menurunkan spanduk-spanduk yang dipasang mengatasnamakan KIPP Jatim.
“Kami telah memerintahkan kepada seluruh Panwascam agar menurunkan spanduk-spanduk provokatif yang meresahkan masyarakat itu,” ujar Toha.









