
maiwanews – Sekelompok massa menggelar aksi unjuk rasa di jalan layang Jalan Urip Sumoharjo Makassar. Pendemo mengajukan beberapa tuntutan, diantaranya terkait nasionalisasi, pendidikan, penggusuran, maupun diskriminasi gender.
Sekitar 100 orang turut serta pada aksi demonstrasi, dipimpin Xenos selaku koordinator lapangan. Unjuk rasa berlangsung hari Kamis (28/04/2022) mulai sekitar pukul 11:00 WITA. Dalam aksinya, para pendemo menuntut agar dilakukan nasionalisasi terhadap aset-aset strategis untuk seluasluasnya kepentingan rakyat.
Dalam pendidikan, demonstran menuntut pendidikan gratis, ilmiah, dan demokratis. Sedangkan masalah undang-undang cipta kerja, mereka mendesak agar omnibuslaw cipta kerja dicabut, hentikan praktik politik upah murah, dan rumuskan undang-undang pokok ketenagakerjaan berkeadilan.
Selain itu, pengunjuk rasa menuntut penghentian penggusuran lahan pertanian, laksanakan reforma agraria demi kesejahteraan kaum tani. Terkait diskriminasi gender, pendemo meminta diwujudkan keadilan gender melalui regulasi dan kebijakan tidak diskriminatif.
Dalam hal kebudayaan, demonstran mendesak pemberian pengakuan dan perlindungan terhadap hak atas berkebudayaan, hak atas hutan adat, maupun hak atas tanah ulayat bagi masyarakat adat.
Beberapa tuntutan lainnya adalah: Wujudkan perlindungan sosial menyeluruh bagi segenap tumpah darah Indonesia melalui program jaminan sosial tanpa syarat; Pemerintah wajib bertanggung jawab atas ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok; Wujudkan Pemerintah yang bersih, anti korupsi dan tunduk pada kedaulatan rakyat; serta Tolak wacana perpanjangan periode masa jabatan presiden dan wacana penundaan Pemilu 2024 demi menjaga iklim demokrasi Indonesia.
Sekitar pukul 12:00 WITA, massa meninggalkan lokasi Fly Over di Urip Sumoharjo dan bergerak menuju kantor Gubernur Sulsel (Sulawesi Selatan) untuk melanjutkan orasinya dengan menyampaikan kembali tututannya.
Beberapa saat kemudian, 7 orang perwakilan massa diterima oleh Kepala Bappelitbanda Sulsel, Darmawan, di ruang aspirasi. Pada pemaparannya, darmawan menyampaikan terima kasih atas masukan massa dari KSN Sulsel, ia berjanji akan meneruskan aspirasi kepada gubernur untuk dievaluasi.
Berkaitan dengan infrastruktur meskipun lambat, tapi perlahan dibenahi secara bertahap. Untuk masalah penegakan hukum, prosesnya tidak akan merugikan buruh, meskipun nanti diakhir ada pemenangnya.
Darmawan juga menyampaikan bahwa pemerintah tetap konsisten melakukan perbaikan-perbaikan di kantor Disnaker (Dinas tenaga Kerja) agar kedepannya menjadi lebih baik.
Usai melakukan dialog, massa membubarkan diri sekitar pukul 14:30 WITA. Secara keseluruhan, aksi demonstrasi berlangsung dengan aman dan damai. (andik)
Prabowo Hadiri Peringatan Hari Buruh Internasional di Monas
Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-29, Pemkot Surabaya Gelar Upacara di Balai Kota
Peringatan Hari Kartini 2025 di Sulsel: Seruan untuk Perempuan Terus Berkarya
Danlantamal VI dan Gubernur Sulsel hadiri panen Raya Serentak
Pulang dari Mesir, Prabowo Gelar Rapat Terbatas









