Jenderal AS dan Israel Bertemu di Pentagon Bahas Kerjasama Bilateral

jenderal dempsey dan letjen benjamin gantz

maiwanews – Pemimpin gabungan kepala staf AS (Amerika Serikat) menerima kunjungan komandan Pasukan Pertahanan Israel di Pentagon 8 Januari waktu setempat untuk membicarakan keamanan regional dan kerjasama bilateral kedua negara. Setelah melakukan pembicaraan selam kurang lebih 1 jam, Jenderal Martin E. Dempsey (AS) dan Letnan Jenderal (Letjen) Benjamin Gantz (Israel) menemui wartawan.

Saat ditanyakan tentang perang melawan ISIS/ISIL (Islamic State of Iraq and Syria / Islamic State of Iraq and the Levant), Jenderal Depsey menggambarkan strategi terhadap Irak sebagai “genderang” dari “membangun tekanan” terhadap ISIS/ISIL disertai beberapa upaya lainnya, termasuk kontra pembiayaan, kontra pejuang asing, dan kontra perpesanan.

Strategi ini ditujukan bagi pemerintah Irak untuk menentukan bagaimana cara terbaik untuk merebut kembali wilayah mereka. Setelah merebut wilayah, kemudian membentuk pemerintah inklusif mencakup Sunni, Syiah, Kurdi, dan kelompok minoritas lainnya. Demikian disampaikan Jenderal Dempsey sebagaimana dikutip laman resmi Departemen Pertahanan (Dephan) AS.

Jenderal Dempsey menjelaskan bahwa AS membangun kerjasama dengan militer Irak dan pemimpin kelompok sipil untuk menentukan kapan saat tepat bagi mereka untuk melakukan serangan balasan. Ia menambahkan AS membangun kapasitas militer Irak.

Terkait kehadiran Iran di Irak, Jenderal Dempsey mengatakan Iran telah tertarik dan berusaha untuk mempengaruhi masa depan Irak sejak kedaulatan Irak dipulihkan pada tahun 2004. Namun ia mengatakan jika kehadiran Iran tidak mengganggu. Kehadiran Iran dan setiap kemitraannya dengan Irak sampai saat tidak memberi gangguan karena tidak mengancam pasukan AS atau misi AS di Irak.

Selain pernyataan dari Jenderal Dempsey, pada pertemuan dengan wartawan tersebut Letjen Gantz juga menyampaikan bebeerapa hal, termasuk kekecewaan dengan upaya otoritas Palestina untuk masuk menjadi anggota ICC (International Criminal Court).

Lettjen Gantz mengatakan ia tidak khawatir tentang upaya Palestina agar pelaku kejahatan perang dari Israel dijatuhi hukuman melalui pengadilan atau mahkamah pidana internasional ICC. Namun menurutnya langkah itu tidak perlu dilakukan, pasukan pertahanan Israel dikatakan bersifat demokratis, Israel juga dikatakan sah sebagai negara dan mereka mematuhi hukum internasional.

Terkait kerjasama bilateral AS-Israel, keduanya memuji hubungan kuat antara bangsa mereka. “Saya sangat menghormati kepemimpinannya terhadap Angkatan Pertahanan Israel dan sangat menghargai kemitraan kami dengan Angkatan Pertahanan Israel”, kata Dempsey.

Sementara Letjen Gantz mengatakan dunia dibawah kepemimpinan AS harus terus menghadapi terorisme dan membentuk masa depan lebih baik. (m013)