Jenderal Inggris Peringatkan Kemungkinan Perang Tanpa Sengaja dengan Rusia

20171112-nicholas-carter
Kepala Staf Pertahanan Inggris Jenderal Sir Sir Nicholas Carter pada acara peringatan layanan nasional di Cenotaph di Whitehall. Minggu 12 November 2017.

maiwanews – Jenderal senior Inggris Sir Nicholas Carter memperingatkan kemungkinan terjadinya perang tanpa disengaja dengan Rusia. Kepala Staf Pertahanan Inggris itu mengatakan kepada Times Radio hari Sabtu 13 November bahwa ada risiko potensi konflik militer dengan Moskow dalam skala lebih besar dibanding masa perang dingin.

Munculnya dunia bipolar pasca perang dingin menyebabkan persaingan lebih besar antar negara. Pada kondisi ini Inggris serta negara-negara barat lainnya dan Rusia diadu satu sama lain. Dunia sat ini jauh lebih kompetitif dibanding 10 atau 15 tahun lalu. Sifat persaingan antara negara-negara dan kekuatan-kekuatan besar mengarah pada ketegangan lebih besar.

Kepada kalangan internal dalam negeri, Jenderal Nick Carter memperingatkan para politisi bahwa sifat agresif dari beberapa kebijakan mereka dapat mengarah pada situasi di mana eskalasi mengarah pada kesalahan perhitungan. Sedangkan secara eksternal. Jenderal Nick Carter menuding Kremlin siap melakukan apa saja untuk melemahkan negara-negara Eropa Barat dan Amerika Serikat (AS).

Saat ini mekanisme diplomasi tradisional sudah tidak ada lagi. Berbeda dengan konsisi pada perang dingin di mana masih banyak alat dan mekanisme diplomatik tradisional. Situasi saat ini disebut sebagai tantangan nyata, tanpa mekanisme seperti saat perang dingin, timbul risiko lebih besar.

Jenderal Nick Carter memaparkan, risiko perang dengan Rusia sekarang lebih besar daripada saat mana pun dalam karirnya selama 44 tahun, ia sekaligus meminta Inggris untuk berhati-hati.

Pernyataan Jenderak Carter disampaikan menyusul konfirmasi Kementerian Pertahanan bahwa tentara Inggris dikirim ke Polandia untuk mengeksplorasi bagaimana mereka dapat memberikan dukungan teknik ke Warsawa di tengah krisis migran di perbatasan timurnya dengan Belarusia. (RT)