
maiwanews – COVID-19 (Corona Virus Disease 2019) tidak mungkin hilang secara total, demikian disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) Jumat 10 September saat memberikan keterangan pers pada peninjauan kegiatan vaksinasi di Kabupaten Bantul Provinsi Yogyakarta. Untuk itu, ia meneranngkan bahwa cara terbaik adalah melindungi diri dengan vaksinasi dan menerapkan prokes (protokol kesehatan) secara ketat.
Kegiatan vaksinasi di Jogja Expo Center itu menarget 8000 orang, menurut Presiden Jokowi, vaksinasi diharapkan dapat memberikan proteksi kepada masyarakat agar dapat beraktifitas seperti biasa. Perluasan vaksinasi sangat diperlukan, di tanah air semakin banyak masyarakat menjalani vaksinasi. Diharapkan akhir tahun ini vaksinasi telah dilakukan terhadap lebih dari 70 persen penduduk.
Di SLB (Sekolah Luar Biasa) Negeri 1 Bantul, kegitan vaksinasi dilakukan terhadap kurang lebih 375 pelajar SLB. Presiden Jokowi saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di lokasi tersebut mengatakan vaksinasi bagi pelajar merupakan bagian dari perluasan vaksinasi untuk mengendalikan penyebaran COVID-19 terutama varian Delta.
Ia menjelaskan, kita harus mulai menyiapkan transisi dari pandemi ke endemi dan mulai belajar hidup bersama dengan COVID. Presiden Jokowi mengimbau untuk tidak larut dalam euforia karena pandemi masih terus mengancam.
Pada kesempatan itu Presiden Jokowi menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Provinsi DIY (Daerah Istimewa Yogyakarta) Sri Sultan Hamengku Buwono X, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih, serta seluruh masyarakat atas terselenggaranya vaksinasi tersebut. (z/BPMI Setpres)









