maiwanews – Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi mengungkapkan, pertambahan jumlah kendaraan bermotor di Ibukota Jakarta tahun sangat tinggi. Dalam periode Januari hingga Oktober 2013 saja, kendaraan rodan dua dan empat sudah bertambah 1.218.000 unit.
“Dari Januari sampai Oktober (2013) pertambahannya adalah 1.218.000 sepeda motor dan mobil,” kata Jokowi di Gedung Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (14/10/2013).
Dijelaskan Jokowi, penambahan jumlah kendaraan yang terdiri dari 944.000 sepeda motor dan 273.000 mobil itu, merupakan salah satu penyebab utama terjadinya kemacetan yang semakin parah di DKI Jakarta.
Di samping penambahan jumlah kendaraan, penyebab lain kemacetan Jakarta kata Jokowi adalah adanya genangan air. Kemacetan makin bertambah katanya, karena ulah pemotor yang berteduh di kolong jembatan, termasuk tidak adanya petugas di lapangan waktu turun hujan.
Untuk mengantisipasi melonjaknya jumlah kendaraan, Jokowi kembali menegaskan bahwa Pemprov DKI akan memberlakukan pajak progresif dan akan meninggikan pajak kendaraan. Usulan kebijakan itu katanya, akan diajukan lagi ke DPRD DKI Jakarta.
Terhadap pemerintah pusat, Jokowi berharap ikut bersinergi dengan melakukan pembatasan lonjakan kendaraan. “Kalau solusi kita itu (pemberlakuan pajak progresif dan pajak tinggi). Nah, kalau pemerintah pusat mestinya pembatasan,” kata Jokowi.









