Kapolda Metro Ungkap Kronologi Teror di Kawasan Sarinah, Jakarta

maiwanews – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Metro Jaya Inspektur Jenderal (Irjen) Polisi Tito Karnavian menjelaskan, peristiwa ledakan bom di kawasan Sarinah, Thamrin, Jakarta, terjadi lebih kurang jam 10.50 atau 10.55.

Peristiwa tersebut kata Kapolda, diawali dengan dengan sebuah ledakan dan kemudian terjadi kontak senjata dengan anggota Polda Metro Jaya hingga situasi dapat dikendalikan dengan relatif cepat.

“Situasi dapat dikuasai kembali dalam waktu lebih kurang 20-30 menit,” kata Tito kepada wartawan usai mengikuti Rapat Terbatas dengan Presiden Joko Widodo, di kantor Kepresidenan, Jakarta, Kamis (14/1) sore.

Berikut kronologi kejadian yang menewaskan 7 orang dan melukai 23 orang lainnya seperti disampaikan Kaporda Metro Jaya :

Peristiwa diawali dengan serangan di Starbucks Cafe yaitu masuknya satu orang pelaku dan menggunakan bom bunuh diri yang mengakibatkan terjadi korban luka-luka dan kepanikan, sehingga membuat  pengunjung cafe keluar berhamburan.

Di saat bersamaan, di luar cafe sudah ada dua orang lagi teroris yang menunggu dan melakukan penembakan kepada 2 orang warga negara asing, satunya adalah warga Negara Kanada meninggal dunia, satunya lagi dalam keadaan hidup.

Masih di saat bersamaan, tim kedua yang terdiri dari dua orang menyerang pos polisi lalu lintas di simpang Sarinah dengan bom bunuh diri dan mengakibatkan anggota itu terluka, pelaku bom meninggal dunia, dan ada anggota masyarakat yang terkena pecahan yang diduga meninggal dunia.

Serangan juga dilakukan terhadap tim personil dari Polda Metro Jaya yang akan melaksanakan pengamanan demonstrasi di Monas, yang dipimpin oleh Kepala Biro Operasi. Saat itu melalui lokasi ledakan, tim ini langsung berhenti namun mereka diserang dengan menggunakan tembakan dan lemparan granat.

Saat terjadi kontak tembak, anggota Polsek yang ada di sekitar Sarinah dan di jalan yang ada di sekitar situ juga membantu. Akibatnya, ada 4 orang anggota Kepolisian Polres Jakarta Pusat yang terkena tembakan pada bagian kaki dan juga bagian perut.

Dalam kontak tembak itu, pelaku berhasil dilumpuhkan dalam waktu kontak tembak lebih kurang 15 menit, dan 2 pelaku berhasil ditembak mati. Dalam waktu lebih kurang 20-25 menit, polisi sudah berhasil menguasai situasi. Selanjutnya, polisi melaksanakan penyisiran di TKP Starbucks maupun di pos polisi lalu lintas.

Setelah situasi sudah dikuasai, Kapolda mengundang Tim Jihandak dari Brimob, pasukan Brimob, dan pasukan Sabhara dari Polres dan Polda hadir juga di-back up dengan Pangdam dengan pasukannya, untuk kemudian melakukan pengepungan guna meng-clear-kan apakah mungkin ada pelaku yang lain.

Gedung yang ada di Skyline Building tempat Starbucks Cafe, disisir dari lantai per lantai, namun tidak ditemukan pelaku. Penyisiran juga dilakukan di Gedung Jaya, dan dinyatakan clear jadi tidak ada pelaku yang lain sehingga kita laksanakan namanya clearing device untuk meyakinkan bahwa tidak ada lagi bom-bom tambahan.

Kapolda menjelaskan, dari clearing device ditemukan 6 bom yang terdiri dari 5 bom kecil sebesar kepalan tangan atau granat tangan rakitan, 1 bom lainnya yang berukuran lebih besar yakni sebesar kaleng biskuit, dan sebuah senjata api sejenis FN rakitan.

Saat ini, situasi sudah clear, dan jalan Thamrin sudah dibuka kembali. Namun olah TKP masih dilanjutkan di Starbucks Café dan pos polisi lalu lintas hari ini, dan diupayakan untuk selesai. Tugas polisi selanjutnya adalah melaksanakan pengejaran kepada jaringan pelaku.