Jakarta – Kedubes AS dan Microsoft bermitra dengan Photovoices International untuk menyelenggarakan “Voices from the Archipelago,” sebuah pameran foto yang menampilkan lingkungan hidup Indonesia melalui mata orang-orang yang paling bergantung padanya. Pemutaran perdana “Voices from the Archipelago” akan dilakukan dalam sebuah resepsi di kediaman Duta Besar AS pada 17 Desember. Pameran akan ditampilkan di seluruh American Corner di Indonesia pada awal 2010.
“Photovoices International bekerja untuk memberdayakan warga Indonesia yang tinggal dekat dengan alam dan memberi mereka suara melalui fotografi,” kata Duta Besar AS Cameron R. Hume. “Pameran ini menampilkan keanekaragaman hayati Indonesia dan kreativitas masyarakat Indonesia yang luar biasa.”
Photovoices International adalah sebuah LSM yang bekerja dengan National Geographic Indonesia untuk menampilkan pedesaan Indonesia melalui fotografi. Kamera dan pelatihan disediakan agar penduduk desa dapat mendokumentasikan kehidupan dan kedekatan mereka dengan alam, termasuk segala perubahan yang terjadi di lingkungan mereka. Ke-50 foto di pameran itu diambil oleh penduduk desa dari pulau-pulau di Indonesia bagian timur dan Kalimantan. Selain itu, foto-foto tersebut tetap merupakan hak milik intelektual para fotografer lokal.
Saat ini di Copenhagen berbagai negara sedang membahas tentang masalah perubahan iklim, tetapi mereka tidak selalu fokus pada orang-orang yang terkena dampaknya,” kata Direktur Photovoices Ann Mcbride Norton. “Kami sedang mencoba untuk menunjukan wajah manusiawi dari perubahan iklim di Indonesia.”
Pameran ini akan menampilkan penggunaan teknologi Windows 7 Photosynth baru dari Microsoft untuk menunjukan foto-foto tersebut. “Lewat penghargaan terhadap hak kepemilikan intelektual, Photovoices menunjukan bagaimanan Indonesia dapat melestarikan kekayaan budaya dan karya-karya kreatifnya,” kata Mona Monika, Manajer Humas di Microsoft. Acara ini juga disponsori oleh Coca-Cola dan HP.
Amerika Serikat dan Indonesia berkerjasama secara ekstensif untuk melindungi kekayaan biologis Indonesia. Amerika Serikat telah menyiapkan sekitar $41.6 juta untuk Coral Triangle Initiative (Inisiatif Segitiga Koral) dan baru-baru ini telah menandatangani Tropical Forest Conservation Act untuk melindungi hutan-hutan di Sumatra.









