Kelebihan Menonjol Timnas Indonesia U-19, Stamina

maiwanews – Timnas Indonesia U-19 menorehkan sejarah sepakbola tanah air secara berturut-turut. Setelah sebelumnya jadi juara piala AFF, kini Evan Dimas cs berhasil mengalahkan juara bertahan Piala Asia, Korea Selatan.

Kemenangan Indonesia 3-2 atas Korea selatan yang sekaligus sekaligus menempatkan sebagai juara grup G, membawa tim ‘Garuda Muda’ sukses melaju ke putaran final Piala Asi U-19 2014 di Myanmar.

Segala pujian sekaligus harapan dilontarkan berbagai kalangan terhadap tim asuhan pelatih Indra Sjafri ini, tak terkecuali dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Lalu apa sebenarnya rahasia sukses timnas Indonesia U-19 atas pencapaiannya hingga saat ini? Berbagai ulasan telah disampaikan dengan baik oleh praktisi maupun pengamat sepakbola. Namun selain itu semua, hal yang menonjol dari timas Indonesia U-19 adalah stamina yang baik.

Meski bek timnas, Putu Juni Antara mengaku sempat kelelahan saat menghadapi Taeguk Warriors terutama karena bermain di tengah guyuran hujan, namun nampak jelas para ‘pahlawan sepakbola Indonesia’ itu memiliki stamina yang tidak standar.

Bukti yang paling relevan ketika mereka dipaksa bermain dengan perpanjangan waktu oleh Vietnam pada final Piala AFF U-19. Evan Dimas dkk bermain seolah tanpa lelah hingga detik terakhir perpanjangan waktu 2 kali 15 menit.

Dalam final yang dimenangkan Indonesia lewat adu penati itu, beberapa pemain Vietnam terpaksa harus ditandu keluar lapangan akibat kalah duel dengan para pemain Indonesia.

Menurut Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Djohar Arifin Husin, timnas Indonesia U-19 memang berasal dari hasil seleksi yang sangat ketat.

“Badan Tim Nasional (BTN) dan pelatih timnas U-19 Indra Sjafri telah membuat kriteria untuk masuk seleksi ke timnas yang sangat ketat, di antaranya VO2Max yang tinggi yaitu di atas 50,” ungkap Djohar di Kantor PSSI, Jakarta, Senin (23/9/2013).

Dijelaskan Djohar Arifin, VO2Max adalah volume maksimal oksigen yang diproses oleh tubuh saat berkegiatan intensif. VO2Max inilah yang jadi kriteria ilmiah untuk mengukur seseorang punya stamina bagus atau tidak.

Sejauh ini kata Djohar, stamina fisik para pemain timnas Indonesia khususnya level senior, telah habis jika memasuki pertengahan babak kedua.

“Pelatih sekaliber Arsene Wenger, yang kini membesut Arsenal, pun sempat berkomentar perihal stamina dan fisik para pemain timnas Indonesia saat beruji coba dengan Indonesia Dream Team pada Juli lalu,” kata Djohar Arifin.