maiwanews – Bendahara Umum Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie atau Ical, Bambang Soesatyo mengatakan, pihaknya mengantisipasi adanya gerakan untuk mengubah slogan partai semata-mata didasari oleh kepentingan pragmatis.
“Kita tentu tidak ingin slogan Partai Golkar tiba-tiba berubah, dari ‘suara Golkar suara rakyat’ menjadi ‘suara Golkar suara istana’,” katanya di Jakarta, Sabtu (10/1/2015).
Kata Bambang Soesatyo, saat ini Partai Golkar ikhlas tidak mendapatkan kekuasaan dalam pemerintahan. Menurutnya, saat ini Golkar perlu memposisikan diri menjadi pengontrol bersama partai politik yang tergabung dalam koalisi merah putih (KMP).
Partai Golkar lanjut Bambang, harus merelakan dulu kenikmatan fasilitas dan jabatan di pemerintahan untuk tujuan yang lebih besar lagi, yakni mengawal pemerintahan ini agar benar-benar bekerja untuk rakyat sesuai dengan janji kampanyenya.
Bambang menambahkan, jangan sampai ada pihak lain yang beranggapan bahwa Golkar berambisi dengan kekuasaan karena berubah haluan. Padahal kata dia, sejak pasangan Jokowi-JK dinyatakan menang, kubu Aburizal Bakrie (ARB) sudah menyatakan mendukung pemerintahan.
Anggota Komisi III DPR ini kembali mengingatkan, jangan sampai ambisi dan syahwat kekuasaan membutakan mata dan hati, lalu dengan mudahnya kita mengorbankan partai.









