Menko Polhukam Bantah Ada Korban Tewas di Salemba

maiwanews – Menteri Koordinatror Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Pokhukam) Djoko Suyanto membantah berita yang beredar bahwa ada mahasiswa yang tewas dalam aksi unjukrasa anti kenaikan BBM di Salemba Jakarta.

Djoko mengaku sangat prihatin dengan beredarnya berita tidak berdasar yang disebarkan melalui SMS oleh orang yang tidak bertanggungjawab itu. Djoko mengatakan, berita itu sangat provokatif dan menyesatkan.

“Bahwa ada penembakan dan korban tewas. Berita ini sangat provokatif dan menyesatkan,” jelas Djoko Sujanto dalam jumpa pers di kantor Menko Pohukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat 30 Maret 2012 pukul 01.00 WIB.

Didampingi Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo dan Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol Suhardi, Djoko meminta kepada semua pihak termasuk media massa untuk tidak memberikan berita yang tidak benar seperti itu.

Diberitakan, dalam bentrokan di Salemba, terjadi pembakaran motor dan mobil polisi serta perusakan Pos polisi sektor Senen yang berada dekat kampus YAI. Polisi mengamankan 52 orang dan sejumlah orang dirawat di RSCM, Jakarta.

Menurut Djoko, sejumlah orang yang mengalami luka-luka terdiri dari seorang satpam, lima mahasiswa, dan 1 Kapolsek Senen Kompol Imam Zebua.

Sementara di Makassar, mendapat berita yang belum jelas tentang kematian seorang rekannya, mahasiswa Universitas Muhammadiyah (Unismuh) kembali melakukan penyerangan terhadap polisi.

Bentrokan berlangsung dinihari. Polisi yang berjaga tidak jauh dari mahasiswa cenderung lebih bisa menahan diri, hal berbeda ketika ketika berlangsung demo sehari sebelumnya.